
AMBON, cahaya-nusantara.com
Ribuan warga Kota Ambon memadati Lapangan Merdeka, Selasa (8/9/2026), untuk menyaksikan momen penutupan Festival Benteng Nieuw Victoria 2026. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, secara resmi mengakhiri ajang dua hari tersebut dengan pesan kuat: melestarikan sejarah bukan sekadar kewajiban, melainkan kunci mempererat persaudaraan di tanah Maluku.
Dalam sambutannya, Wattimena menyampaikan apresiasi tinggi kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku yang telah sukses menyelenggarakan festival ini untuk kedua kalinya setelah debut perdana pada 2024. Ia menekankan bahwa kehadiran Benteng Nieuw Victoria sebagai ikon sejarah harus diimbangi dengan kebanggaan terhadap keragaman seni dan budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
“Ambon adalah tempat pertemuan. Semua ada di sini. Sanggar-sanggar hidup dan berkembang. Mau tampilkan tarian dari mana saja, silakan, yang penting untuk melestarikan budaya kita,” ujar Wattimena di hadapan ribuan peserta yang antusias.
Momen paling hangat terjadi ketika Wali Kota mengajukan pertanyaan langsung kepada warga mengenai kelanjutan festival ini. “Warga Kota Ambon setuju tidak jika festival ini terus berlangsung setiap tahun?” tanya Wattimena. Sorak gemuruh “SETUJU!” dari seluruh penjuru lapangan menjadi jawaban tegas yang disambut tepuk tangan meriah.
Menanggapi respons itu, Wattimena meminta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku, Dody Wiranto, untuk menyampaikan aspirasi warga kepada Menteri terkait agar festival ini dijadikan agenda tahunan tetap. Langkah ini dinilai strategis bukan hanya sebagai seremoni budaya, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif.
Festival kali ini memang dirancang lebih dari sekadar pentas seni. Pemerintah Kota Ambon memberikan ruang luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka, sejalan dengan upaya membangun ekosistem ekonomi yang mandiri di tengah tekanan global. “Di tengah situasi yang sulit, kita tetap eksis karena memberi ruang bagi kemandirian masyarakat lewat UMKM dan ekonomi kreatif,” tambah Wattimena.
Acara penutupan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi daerah, termasuk Pangdam XV/Pattimura Mayjend TNI Dody Triwinarto, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta unsur Forkopimda lainnya. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh pemerintah dan instansi terkait terhadap upaya pelestarian nilai-nilai luhur.
Mengusung semangat Pela Gandong, Wattimena menutup acara dengan ajakan untuk menjaga toleransi dan kebersamaan. “Saling mendukung, jaga persaudaraan, tingkatkan toleransi. Siapapun pemimpinnya, pasti senang melihat kita bersatu. Sayang lain hidup orang bersaudara , potong dikuku rasa di daging,” pungkasnya.
Dengan ditutupnya Festival Benteng Nieuw Victoria 2026, Pemkot Ambon berharap momentum ini dapat terus memantik kesadaran generasi muda untuk mencintai sejarah leluhur sekaligus memperkuat ikatan sosial yang menjadi pondasi utama keberlangsungan Kota Ambon.(CNmy)
