AMBON, cahaya-nusantara.com

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami (SLG) Tahun 2026 di Kota Ambon. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, pada Sabtu (24/10/2026) ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Ambon sekaligus Ketua Panitia, Sujabar, S.T., melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 55 peserta dari berbagai elemen. Peserta terdiri dari perwakilan BPBD Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, TNI-Polri, Basarnas, RSUP Dr. Joannes Leimena, media lokal, hingga perwakilan pelajar dari SD Inpres 36 Rumah Tiga, SMP Negeri 7, SMA Negeri 3, dan SLB Pelita Kasih.

Sujabar menjelaskan bahwa SLG tahun ini menargetkan penguatan kesiapsiagaan di tiga lokasi prioritas, yaitu Negeri Rumah Tiga, Desa Poka, dan Kelurahan Tihu di Kecamatan Teluk Ambon. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan UU No. 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta menggunakan anggaran DIPA Stasiun Geofisika Ambon Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045″yang menjadi fokus utama untuk mendorong aksi nyata masyarakat dalam mitigasi bencana. Tema ini dipilih untuk memperkuat pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih tangguh menuju visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, SSi., M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman informasi peringatan dini. Ia mengingatkan bahwa bencana alam tidak memandang status sosial, kekayaan, atau jabatan seseorang.

Mengambil pengalaman pribadinya sebagai penyintas tsunami Aceh 2004, Nasrol menuturkan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan. “Gempa dan tsunami tidak mengenal siapa pun. Oleh karena itu, BMKG ingin memastikan informasi peringatan dini dapat dipahami dengan cepat, tepat, dan ditindaklanjuti dengan evakuasi mandiri yang efektif,” ujar Nasrol.

Nasrol juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon dan Anggota DPR RI Komisi V, Widya Pratiwi, SH, atas dukungan fasilitas dan perhatian terhadap keselamatan masyarakat Maluku. Ia menyoroti komitmen Pemkot Ambon yang baru saja meraih penghargaan TP AKD Juara 1 Nasional sebagai bukti keseriusan daerah dalam membangun ketangguhan wilayah.

Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan visi Ambon sebagai kota tangguh bencana, sejalan dengan adanya beberapa desa di Ambon yang telah mendapatkan sertifikasi “Tsunami Ready” dari UNESCO. Nasrol menutup sambutannya dengan ajakan untuk terus meningkatkan siaga dan kapasitas diri demi keselamatan warga Ambon.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *