Kota Ambon, cahaya-nusantara.com

Setelah sukses melaksanakan ujian sekolah dan menghasilkan 200 siswa kelas 12 yang lulus 100 persen, SMA Kristen YPKPM Urimessing Ambon kembali menggelar tradisi pelepasan siswa secara istimewa dalam sebuah acara sermonial yang telah berlangsung selama 6 tahun lamanya.

Acara tersebut digelar pada hsri Sabtu, 08/05/2021 di dalam 2 ruangan sekolah yang sengaja dilepas sekatnya sehingga sepintas nampak bagaikan sebuah aula.

Diawali dengan masuknya pataka atau lambang kebesaran sekolah yang dibawa oleh petugas yang diapit dengan 2 barisan pembawa bendera Merah Putih yang masing-masing baris membaws 5 buah bendera merah putih di kiri kanan barisan kemudian memasuki ruangan upacara yang di dalamnya telah hadir 50 siswa lulusan terbaik dari jurusan IPA beserta kedua orang tuanya masing-masing serta dewan guru dan undangan yamg berasal dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku, Ketua Yayasam Pendidikan YPKPM serta pengurus Komite dan tokoh Agama yang memimpin ibah syukur sebelumnya..

Selanjutnya setelah petugas pembawa Pataka sekolah selesai dengan parade dan meletakan pataka sekolah dan bendera metah putihnya kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang diawali dengan kesan dan pesan dari salah satu lulusan terbaik bernama  Syaelendra Alfons dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah dan Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku diakhiri dengan pelepasan siswa yang ditandai dengan penyerahan hasil kelulusan kepada siswa yang didampingi oleh kedua orangtuanya.

Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si dalam sambutannya antara lain mengatakan,sangat bersyukur karena dii hari bahagia ini Allah menganugrahkan kesehatan yang baik bagi semua pihak. “Kita patut bersyukur karena hingga saat ini kita semua sehat walafiat, tidak sehat walafiat  saja tapi sehat secara lahir dan batin walaupun kita masih ada di covid 19 “ujarmya seraya menambahkan kalau dihitung-hitung maka pelepasan siswa di tahun ini adalah angkatan ke-6 sejak diterapkannya tradisi pelepasan yang berawal dari tahun 2015-2016, namun pada tahun 2019 yang lalu tidak terlaksana karena Covid 19 mewabah di Maluku. Oleh sebab itu tahun ini menjadi tahun ke-6 akan tetapi pelepasannya pada kali ke-5.

Dikatakan, tradisi pelepasan yang diawali dengan masuknya Pataka ke ruangan upacara  mau mengatakan bahwa pataka adalah lambang kehormatan sekolah yang harus dijunjung tinggi karena selama 3 tahun lambang itu melekat pada bahu siswa sehingga harus dihormati dan dijumjung tinggi.. Oleh karena itu menurut Laturiuw pataka ini tidak keluar sembarang momemt. Sebaliknya pataka akan keluar pada momen-momen penting sekolah

Sementara itu Kepala Bidang SMA dinas Dikbud Provinsi Maluku, Sirhan Jul Chaidir, S.Sos., M.Si dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada SMA Kristen YPKPM Ambon yang dinilainya sangat tanggap mempersiapkan sekolah dan siswanya dengan sangat cerdas dimana menuritnya satu-satunya SMA di Ambon yang benar-benar sudah mempersiapkan siswanya untuk memasuki dunia revolusi industri sehingga pembelajaran yang diberikan semianya melalui digitalisasi.

Hal ini dibuktikan dengan hasil yang dicapai siswa dimana nilainya bagus-bagus padahal dengan merebaknya Covid 19, bukan saja di Maluku akan tetapi dampaknya terasa di seluruh dunia dan juga sangat mempengaruhi dunia pendidikan.

Sementara iru dari.pantauan media ini kegiatan tradisi pelepasan siswa  SMA KZRISTEN YPKPM Ambon diawali dengan ibadah syukur yang diikuti oleh seluruh siswa dan orangtuanya masing-masing. Sedangkan mengingat protokol kesehatan yang perlu dijaga sehingga pengaturan pelepasan secara tradisi ini hanya dihadiri langsung oleh 50 siswa IPA pada sesi pertama dan dilanjutlan lagi oleh 50 siswa dari jurusan IPS pada sesi kedua  sedangkan sisanya dilayani secara dengan cara Mobile atau drive drun.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *