Malteng, cahaya-nusantara.com

Lurah Letwaru kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah, Hengky Sopacuaperu mengatakan hingga saat ini dana untuk kelurahan belum cair sedangkan pelaksanaan pekerjaan perbaikan Jalan Setapak dan saluran di dalam lingkungan Kelurahannya dilaksanakan oleh BKM dengan menggunakan dana program kotaku.

Demikian antara lain penjelasan Sopacuaperu kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat, 07/05/2021.

Dikatakan, kegiatan perbaikan saluran dan jalan setapak di lingkungannya dikelola oleh Badan Koordinasi Masyarakat (BKM) menggunakan dana dari program kotaku.

Menurutnya nilai dana yang dikelola oleh BKM tersebut sebesar 300 juta rupiah dan dikerjakan secara swakelola oleh warga RT masing-masing sehingga dirinya selaku Lurah hanya diundang untuk melalukan lounching pembukaannya kemudian selanjutnya hanya akan menerima laporan dari masyarakat melalui RT-RTnya tentang berapa tempat atau lokasi yang dikerjakan dengan menggunakan dana kotaku tersebut.

“Lurahnya turun kasih launching lalu masyarakatnya yang kerja karena itu dana kotaku dan bukan dana Kelurahan dimana dana itu dikelola langsung oleh BKM”ujarnya sambil menambahkan dana kotaku itu adalah anggaran tahun 2021.

Kepada Wartawan, Lurah mengatakan dalam sambutannya ia menghimbau agar pekerjaan yang dilakukan secara bertanggung jawab dan selalu melakukan koordinasi sehingga pekerjaannya berlangsung aman dan juga pengelola keuangan nya juga merasa nyaman.

Menurutnya kalau bagi Pak Lurah tidak menjadi masalah karena Kelurahan sendiri tidak mengelola dana tersebut,

“Beta bersama dengan kepala seksi yang hadir kemudian dengan pimpinan kotaku dan BKM. Jadi katong diatur oleh BKM dan Kotaku karena ini programnya dong” kata Lurah.

Lebih lanjut Sopacuaperu mengatakan dalam arahannya itu juga dirinya mengingatkan warga masyarakat yang bekerja bahwasanya dana tersebut hanyalah 300 juta yang dipergunakan untuk rehap-rehap ringan jalan setapak dan got-got yang sudah rusak.ringan 

Menurutnya tujuan dari pekerjaan ini disasarkan pada soal kesejahteraan masyarakat dimana selama lebih dari setahun terakhir masyarakat dilanda wabah pandemi Covid-19 sehingga pemerintah memberikan pekerjaan tetapi juga mensejahterakan masyarakat.

Jadi dana itu diperoleh mereka dan dinikmati oleh mereka saja” sebut Lurah.

Sebelumnya tersebar informasi keliru yang menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut adalah  menggunakan dana covid-19 untuk mengerjakan jalan setapak dan saluran got di lingkungannya. Akan tetapi dengan penjelasan ini maka dengan sendirinya tudingan miring tentang asal dana dapat terbantahkan.

Dari pantau media ini pekerjaan sudah berjalan sesuai dengan aturannya dan masyarakat telah menikmati hasil dari pekerjaan tersebut. (CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *