Malteng, cahaya-nusantara.com

Kepala SMA Negeri 17 Maluku Tengah Fredrik Nahuwae mengatakan pihaknya sangat bersyukur  serentak juga berterima kasih kepada Pemerintah dalam hal ini oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  atas kebijakan yang dilakukan di tahun 2021 menambah dana Bos sehingga sangat membantu untuk pengembangan pendidikan kedepan.

Demikian antaran lain penegasan Kepsek Nahuwae kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 06/05/2021.

Dikatakan, pihaknya berharap demi pengembangan pendidikan dan penigkatan mutu pendidikan di sekolahnya agar pemerintah tetap memperhatikan sekolahnya bukan saja dari sisi dana semata tapi juga pemerintah memperhatikan sumberdaya tenaga pendidikan di sekolahnya karena meskipun jumlah tenaga guru yang dimiliki sekolah saat ini termaksud cukup akan tetapi dari sisi pemerataan permata pelajaran masih terasa adanya kekurangan, satu di antaranya adalah tenaga guru untuk mapel Matematika dimana selama ini dirinya selaku guru mapel matematika namun dengan tugas tambahan selaku PLT Kepala Sekolah maka dengan sendirinya sesuai aturan maka tidak lagi mengajar sehingga praktis sekolahnya hanya memiliki satu guru tenaga honor untuk mapel Matematika.

Demikian halnya beberapa mapel lain yang masih terjadi kekurangan tenaga.

Disamping itu Nahuwae juga berharap pemerintah ikut memperhatikan bangunan fisik dari sekolah yang sudah termakan usia sehingga banyak komponen fisiknya yang rusak serta keropos. Oleh sebab itu diharapkan pemerintah dapat membantu dengan DAK untuk merenovasi fisik sekolah yang telah termakan usia ini.

Sementara itu menjawab pertanyaan wartawan seputar isu miring terkait dugaan rencana pembangunan stadion olahraga di sekolahnya dengan menggunakan dana BOSNAS namun stadion olahraga dimaksud terbengkalai, Nahuwae mengatakan pihaknya tidak pernah merencanakan proyek bahkan membangun stadion olahraga di sekolahnya apalagi dengan menggunakan dana BOSNAS sehingga kehabisan dana dan menyebabkan proyeknya terbengkalai seperti hembusan informasi tersebut.

Yang benarnya adalah kata Kepsek Nahuwae, pada tahun 2016 pasca Kepala sekolah sebelumnya yakni : Dra. Jemelina Lekransi masuk penjara maka saat itu ada dana BOSNAS yang ada di kas Sekolah yang terancam harus dikembalikan ke Negara jika tidak diserap demi kepentingan  pendidikan dan sekolah sehingga ditempuhlah kebijakan untuk mengerjakan sebuah lapangan volly dan lapangan basket di samping atau belakamg ruangan kepala sekolah sehingga lapangan volly yang berada di tengah-tengah halam sekolah itu dapat dipindahkan ke belakang.Hal ini dilakukan sesuai dengan analisa kebutuhan dimana jika lapangan volly itu berada di tempat yang sekarang ini maka sangat mengganggu perhatian dan konsentrasi siswa di ruangan yang sementara belajar. Oleh sebab itu telah dikerjakan fondasi lapangan dimana secara fisik dapat disaksikan di sekolah.

Bahwa pekerjaannya bukannya belum selesai bakan tetapi pekerjaan lapangan itu hanya sampai pada fondasi saja, karena dana tersebut juga digunakan untuk belanja mubeler baru dan perbaikan mubeler yang rusak serta pekerjaan pemasagan tehel di depan ruangan kantor ruangan kepala sekolah temasuk perbaikan  dua ruangan tersebut sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Selanjutnya kepada wartawan Nahuwae mengatakan tentang penggunaan dana tersebut dirinya telah dimintai keterangan oleh instansi yang berwajib sehingga sudah clear.

Sekali lagi Nahuwae menegaskan kalau tidak ada yang namanya rencana pembangunan stadion mini olahraga karena yang dikerjakan adalah fondasi untuk lapangan volly dan lapangan basket.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *