Ambon,Cahayanusantara12.com

Pelatihan Budi
daya Kelautan Tahun 2015 nantinya akan masuk menjadi program rutin Pemerintah daerah,
karena sudah disetujui oleh Pemerintah daerah , dan peserta bukan hanya 
di sekitar Pulau Ambon saja, tetapi pulau-pulau terluar di 11 kabupaten kota,demikian
penegasan Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Munardo  pada penutupan
Pelatihan Budi daya Kelautan Kodam XVI/Pattimura tahun 2015 di Markas Yonif 733
Raiders Waiheru Senin (21/9) sore.

Menurutnya
Untuk menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional Maka Program Pelatihan
Budi daya Kelautan yang dilaksanakan oleh Kodam XVI/Pattimura sangatlah tepat karena
bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia
menambahkan kalau Pelatihan Budi daya kelautan memiliki sebuah makna yang
sangat strategis, karena wilayah provinsi Maluku dan Maluku Utara terdiri dari
88 persen adalah laut, namun masih banyak potensi laut yang belum dimanfaatkan
secara optimal.

Berbeda dengan
di teluk Jakarta yang airnya relatif sudah keruh namun ada belasan ribu Gabah,
kerambah yang bisa menghidupi belasan ribu kepala keluarga, tetapi wilayah laut
Maluku yang masih sangat bersih dan terpelihara, tetapi sedikit sekali
masyarakat yang mau melakukan budi daya perikanan. Peluang emas ini oleh
masyarakat Maluku belum di optimalkan sehingga pelatihan ini adalah momen yang
sangat baik di mana atas Kerja sama Kodam XVI/Pattimura bersama Polda Maluku,
Pemerintah Provinsi, Kementrian kelautan  dalam hal ini Balai budi daya
kelautan dan perikanan dan didukung oleh Bank BRI.

Dengan
demikian pelatihan yang sudah dilaksanakan ini diharapkan agar para peserta
bisa meningkatkan keterampilan agar bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru di
bidang kelautan, bukan hanya perikanan tetapi masih banyak jenis-jenis tumbuhan
laut, kerang, kepiting, Lobster dan kesemuanya bisa diupayakan dengan hasil
yang maksimal. Ia menambahkan kalau perbandingan konsumsi ikan di wilayah Asia,
philipina sudah mengkomsumsi ikan setiap tahun mencapai 34 kilogram,
sementara Indonesia baru mencapai 38 kilogram per orang pertahun. Pangdam juga
membandingkan dengan negara  Hongkong atau China sudah mencapai 80
kilogram per orang dan yang tertinggi adalah Jepang sebanyak 140 kilogram per
orang per tahunnya,, untuk itu apabila ingin seperti negara lainnya maka Indonesia
harus meningkatkan komsumsi perikanan yang ada di Indonesia.

Dirinya juga
berjanji kalau program ini tidaklah sampai disini saja bulan depan akan dibuat
program yang lain dengan menambah materi tanaman-tanaman yang memiliki nilai
ekonomi tinggi seperti Pala, Cengkeh, Kayu Putih, gaharu Gandaria dan lainnya. Dijanjikan
kalau nantinya disediakan ahli-ahli agar masyarakat tidak hanya menjual
hasilnya  dalam bentuk mentah, tetapi sudah berupa bahan-bahan yang sudah
diolah hingga bisa memiliki nilai yang lebih tinggi.(CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *