Ambon,
Cahayanusantara12.com
Cahayanusantara12.com
Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaifuddin
mengatakan fenomena Liberalisme dan materialisme dan ekstremisme yang merasuk
ke dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia bila tidak diantisipasi bisa
menjadi ancaman terhadap kehidupan beragama, setenteram keluarga dan stabilitas
masyarakat. Demikian antara lain penegasan Menteri Agama dalam sambutan tertulisnya
yang dibacakan oleh Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff pada upacara Hari Bhakti
Kementrian Agama RI di lapangan Merdeka Ambon, Senin, 4 Januari 2016. Dikatakan,
sejalan dengan visi kementrian Agama, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia
yang taat beragama, rukun, cerdas, sejahtera lahir batin, dalam rangka
mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan yang berkepribadian
berlandaskan gotong royong maka strategi pembangunan di bidang agama yang
pembinaan kerukunan umat beragama diarahkan pada upaya membina,
melindungi, melayani dan memberdayakan umat beragama serta mendukung
kegiatan keagamaan. Menurutnya menyangkut kerukunan hidup umat beragama,
Indonesia menjadi contoh bagi negara lain dalam mengelola kemajemukan,
pengembangan konsep toleransi dan kerukunan beragama di Indonesia
dilakukan tanpa membenturkannya dengan kemerdekaan memeluk agama dan keimamnan
masing-masing agama. Selanjutnya menurut Menag, pengalaman membuktikan
toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak
sedangkan pihak lain berpegang pada hak-hak-hak sendiri. Bahkan menurutnya
di negara yang didasarkan pada Pancasila ini tidak ada diktator mayoritas dan
tirani minoritas. Dalam kaitan itu, kata Menteri semua umat beragama dituntut
untuk saling menghormati hak dan kewajibannya masing-masing. Dimana hak
seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain. Sementara itu dari pantauan media
ini menyebutkan untuk pertama kalinya perayaan syukuran Hari Amal Bhakti
Kemenag RI untuk pertama kalinya dilaksanakan di lapangan Merdeka Ambon dengan
melibatkan seluruh jajaran Kemenag Provinsi Maluku, termasuk dari
daerah-daerah. Upacara ditandai dengan pengibaran bendera merah putih dengan
pasukan pengibar bendera dari siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Ambon. Selain
pengibaran bendera dalam upacara tersebut sejumlah pegawaidi lingkungan Kemenag
provinsi Maluku menerima anugerah tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya
dari Presiden RI.(CN-01)
mengatakan fenomena Liberalisme dan materialisme dan ekstremisme yang merasuk
ke dalam tatanan kehidupan bangsa Indonesia bila tidak diantisipasi bisa
menjadi ancaman terhadap kehidupan beragama, setenteram keluarga dan stabilitas
masyarakat. Demikian antara lain penegasan Menteri Agama dalam sambutan tertulisnya
yang dibacakan oleh Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff pada upacara Hari Bhakti
Kementrian Agama RI di lapangan Merdeka Ambon, Senin, 4 Januari 2016. Dikatakan,
sejalan dengan visi kementrian Agama, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia
yang taat beragama, rukun, cerdas, sejahtera lahir batin, dalam rangka
mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan yang berkepribadian
berlandaskan gotong royong maka strategi pembangunan di bidang agama yang
pembinaan kerukunan umat beragama diarahkan pada upaya membina,
melindungi, melayani dan memberdayakan umat beragama serta mendukung
kegiatan keagamaan. Menurutnya menyangkut kerukunan hidup umat beragama,
Indonesia menjadi contoh bagi negara lain dalam mengelola kemajemukan,
pengembangan konsep toleransi dan kerukunan beragama di Indonesia
dilakukan tanpa membenturkannya dengan kemerdekaan memeluk agama dan keimamnan
masing-masing agama. Selanjutnya menurut Menag, pengalaman membuktikan
toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak
sedangkan pihak lain berpegang pada hak-hak-hak sendiri. Bahkan menurutnya
di negara yang didasarkan pada Pancasila ini tidak ada diktator mayoritas dan
tirani minoritas. Dalam kaitan itu, kata Menteri semua umat beragama dituntut
untuk saling menghormati hak dan kewajibannya masing-masing. Dimana hak
seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain. Sementara itu dari pantauan media
ini menyebutkan untuk pertama kalinya perayaan syukuran Hari Amal Bhakti
Kemenag RI untuk pertama kalinya dilaksanakan di lapangan Merdeka Ambon dengan
melibatkan seluruh jajaran Kemenag Provinsi Maluku, termasuk dari
daerah-daerah. Upacara ditandai dengan pengibaran bendera merah putih dengan
pasukan pengibar bendera dari siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Ambon. Selain
pengibaran bendera dalam upacara tersebut sejumlah pegawaidi lingkungan Kemenag
provinsi Maluku menerima anugerah tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya
dari Presiden RI.(CN-01)
