Ambon, Cahayanusantara12.com
Gubernur Maluku Ir Said Assagaff Usai pelaksanaan Upacara
Hari Amal Bakti Kementrian Agama yang ke 70 Tahun senin (4/1) di Lapangan
Merdeka Ambon, kepada wartawan menjelaskan pada pelaksanaan 70 Tahun Hari Amal Bakti
Kementrian agama Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Maluku untuk lebih
memfokuskan diri bagaimana membangun kehidupan beragama yang baik di Maluku. Menurutnya
dengan berumur 70 tahun ini aparatur Kementrian Agama harus bisa bekerja dengan
benar dan profesional dalam rangka membangun Maluku yang sudah ditetapkan
sebagai Laboratorium perdamaian antar umat beragama di Indonesia. Sementara di
tempat yang sama Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad
meminta agar pada pelaksanaan Hari Amal Bakti kementrian Agama yang ke 70
tahun ini harus mampu disyukuri dan dimaknai sebagai bentuk kesadaran untuk
membangun peradaban emas dan kehidupan yang berarti bagii manusia. Dengan usia ke 70 tahun ini menurut Musaad
bukanlah usia yang muda, untuk itu dirinya berharap kepada keluarga besa
Kementrian Agama untuk harus mampu menjaga serta memelihara kementrian Agama yang
merupakan warisan leluhur. Ia menambahkan kalau tidak hanya dituntut
untuk mampu menjaga dan memelihara kementrian Agama saja tetapi dituntut untuk
lebih mengembangkan ke arah yang lebih baik. Karena generasi yang baik adalah
generasi yang mampu mewariskan sesuatu yang terbaik pada generasi penerusnya,
untuk itu dirinya berharap kepada seluruh aparatur Kementrian Agama provinsi
Maluku agar harus berfungsi sebagai pelayan bukan priai yang mana bukan
dilayani namun harus mampu melayani masyarakat. Sementara terkait dengan
penghargaan Satya Lencana Karya Satya menurut Musaad penghargaan tersebut
diberikan kepada para pegawai Kementrian Agama yang telah mengabdi selama 10
dan 20 tahun. Dengan adanya penghargaan tersebut Musaad mengharapkan agar dapat
dijadikan sebuah refleksi dan evaluasi diri bagi para penerima penghargaan
tersebut. (CN-01)
Hari Amal Bakti Kementrian Agama yang ke 70 Tahun senin (4/1) di Lapangan
Merdeka Ambon, kepada wartawan menjelaskan pada pelaksanaan 70 Tahun Hari Amal Bakti
Kementrian agama Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Maluku untuk lebih
memfokuskan diri bagaimana membangun kehidupan beragama yang baik di Maluku. Menurutnya
dengan berumur 70 tahun ini aparatur Kementrian Agama harus bisa bekerja dengan
benar dan profesional dalam rangka membangun Maluku yang sudah ditetapkan
sebagai Laboratorium perdamaian antar umat beragama di Indonesia. Sementara di
tempat yang sama Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi Maluku Fesal Musaad
meminta agar pada pelaksanaan Hari Amal Bakti kementrian Agama yang ke 70
tahun ini harus mampu disyukuri dan dimaknai sebagai bentuk kesadaran untuk
membangun peradaban emas dan kehidupan yang berarti bagii manusia. Dengan usia ke 70 tahun ini menurut Musaad
bukanlah usia yang muda, untuk itu dirinya berharap kepada keluarga besa
Kementrian Agama untuk harus mampu menjaga serta memelihara kementrian Agama yang
merupakan warisan leluhur. Ia menambahkan kalau tidak hanya dituntut
untuk mampu menjaga dan memelihara kementrian Agama saja tetapi dituntut untuk
lebih mengembangkan ke arah yang lebih baik. Karena generasi yang baik adalah
generasi yang mampu mewariskan sesuatu yang terbaik pada generasi penerusnya,
untuk itu dirinya berharap kepada seluruh aparatur Kementrian Agama provinsi
Maluku agar harus berfungsi sebagai pelayan bukan priai yang mana bukan
dilayani namun harus mampu melayani masyarakat. Sementara terkait dengan
penghargaan Satya Lencana Karya Satya menurut Musaad penghargaan tersebut
diberikan kepada para pegawai Kementrian Agama yang telah mengabdi selama 10
dan 20 tahun. Dengan adanya penghargaan tersebut Musaad mengharapkan agar dapat
dijadikan sebuah refleksi dan evaluasi diri bagi para penerima penghargaan
tersebut. (CN-01)
