Ambon,
Cahayanusantara12.com
Dalam mempersiapkan siswa-siswi SMA Negeri 4 Ambon
menghadapi Ujian Nasional, pihak sekolah telah mempersiapkan personil
gurunya dalam memberikan materi ujian sekolah maupun ujian Nasional lewat
pemantapan bagi personil guru-guru di sekolah itu. Demikian penegasan Kepala
SMA Negeri 4 Ambon, H Haurissa kepada wartawan Sabtu (23/1) di ruang
kerjanya. Menurutnya sebelum melakukan pemantapan bagi guru-guru pihaknya terlebih
dahulu melakukan evaluasi. evaluasi tentang soal ujian tahun-tahun
kemarin untuk ujian Nasional nantinya; dengan demikian dilakukan bedah SKL,
oleh sekolah dan MKKS SMA dan MA Kota Ambon dan semuanya sudah terlaksana
dengan Bimtek untuk guru-guru mata pelajaran
UN dan UAS.
menghadapi Ujian Nasional, pihak sekolah telah mempersiapkan personil
gurunya dalam memberikan materi ujian sekolah maupun ujian Nasional lewat
pemantapan bagi personil guru-guru di sekolah itu. Demikian penegasan Kepala
SMA Negeri 4 Ambon, H Haurissa kepada wartawan Sabtu (23/1) di ruang
kerjanya. Menurutnya sebelum melakukan pemantapan bagi guru-guru pihaknya terlebih
dahulu melakukan evaluasi. evaluasi tentang soal ujian tahun-tahun
kemarin untuk ujian Nasional nantinya; dengan demikian dilakukan bedah SKL,
oleh sekolah dan MKKS SMA dan MA Kota Ambon dan semuanya sudah terlaksana
dengan Bimtek untuk guru-guru mata pelajaran
UN dan UAS.
Sementara untuk siswa menurut Haurissa dari pengamatan
selama ini persiapan siswa sangat baik yaitu dengan kehadiran siswa kelas
Ujian, dimana kehadiran siswa seluruhnya hadir. Khusus untuk pemantapan
bagi siswa ini, jelas Haurissa, dukungan orang tua sangatlah tinggi
terlihat dari kehadiran anak, karena selama ini ada kontrol dari orang tua pada
jam belajar anak dan ada pendekatan langsung orang tua dengan pihak sekolah. Ia
menambahkan kalau untuk Finansial adalah tanggung jawab pemerintah atau pihak
sekolah, yang mana untuk ujian praktek dan tertulis dibiayai oleh Dana BOS,
sementara ujian nasional dibiayai oleh Pemerintah pusat. Sementara untuk persiapan anak-anak, pihak sekolah telah
berbicara dengan orang tua murid untuk program pemantapan yang
berlangsung selama 3 bulan, dibiayai oleh orang tua murid, sedangkan untuk materi Tri Out menurut
Haurissa pihak sekolah bekerja sama dengan PT Airlangga seperti tahun-tahun
kemarin dengan menyiapkan soal-soal untuk Tri Out yang dibiayai oleh sekolah
melalui dana BOS.
selama ini persiapan siswa sangat baik yaitu dengan kehadiran siswa kelas
Ujian, dimana kehadiran siswa seluruhnya hadir. Khusus untuk pemantapan
bagi siswa ini, jelas Haurissa, dukungan orang tua sangatlah tinggi
terlihat dari kehadiran anak, karena selama ini ada kontrol dari orang tua pada
jam belajar anak dan ada pendekatan langsung orang tua dengan pihak sekolah. Ia
menambahkan kalau untuk Finansial adalah tanggung jawab pemerintah atau pihak
sekolah, yang mana untuk ujian praktek dan tertulis dibiayai oleh Dana BOS,
sementara ujian nasional dibiayai oleh Pemerintah pusat. Sementara untuk persiapan anak-anak, pihak sekolah telah
berbicara dengan orang tua murid untuk program pemantapan yang
berlangsung selama 3 bulan, dibiayai oleh orang tua murid, sedangkan untuk materi Tri Out menurut
Haurissa pihak sekolah bekerja sama dengan PT Airlangga seperti tahun-tahun
kemarin dengan menyiapkan soal-soal untuk Tri Out yang dibiayai oleh sekolah
melalui dana BOS.
Menurutnya, pelaksanaan berlangsung dalam 2 kali, yang
pertama pada awal Februari, dan kedua pada bulan Maret. Sedangkan Ujian sekolah akan
dilaksanakan mendahului UN. Dijelaskan, ujian sekolah berlangsung dalam
jenis, yaitu ujian Praktek dan ujian tertulis, kemudian akan dilanjutkan dengan
ujian Nasional.
pertama pada awal Februari, dan kedua pada bulan Maret. Sedangkan Ujian sekolah akan
dilaksanakan mendahului UN. Dijelaskan, ujian sekolah berlangsung dalam
jenis, yaitu ujian Praktek dan ujian tertulis, kemudian akan dilanjutkan dengan
ujian Nasional.
Sementara terkait dengan peserta UN tahun ini menurutnya
ada penurunan dari tahun kemarin, untuk tahun ini sebanyak 291 siswa dan
ditambah satu siswa yang tahun lalu tidak dapat mengikuti ujian karena sakit. Sementara
peserta UN tahun lalu sebanyak 303 siswa. Dirinya berharap dengan adanya persiapan
yang sudah dilakukan ini, hasil yang dicapai adalah hasil kelulusan yang
berkualitas, karena hasil kelulusan yang berkualitas yang ingin diraih
SMA Negeri 14 Ambon. (CN-01)
ada penurunan dari tahun kemarin, untuk tahun ini sebanyak 291 siswa dan
ditambah satu siswa yang tahun lalu tidak dapat mengikuti ujian karena sakit. Sementara
peserta UN tahun lalu sebanyak 303 siswa. Dirinya berharap dengan adanya persiapan
yang sudah dilakukan ini, hasil yang dicapai adalah hasil kelulusan yang
berkualitas, karena hasil kelulusan yang berkualitas yang ingin diraih
SMA Negeri 14 Ambon. (CN-01)

