Ambon,
Cahayanusantara12.com

SMP
Negeri 6 Ambon adalah SMP pertama di Indonesia yang memiliki status Kawal
Sekolah Aman, yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan pada 29 Januari 2016. Demikian
penegasan Kepala SMP Negeri 6 Ambon Jantje  Mahulette kepada wartawan di
ruang kerjanya Rabu (3/2). Menurutnya ke depan,Kawal sekolah aman ini
diberlakukan di semua sekolah, baik SMA maupun SMP dan SD, sehingga lewat
pelaksanaan Kawal sekolah aman ini akan ada satuan tugas yang diangkat oleh
Kepala sekolah dimana pada tingkat MKKS akan dibentuk gugus yang bekerja untuk memantau berbagai tindak kekerasan, intimidasi, pelecehan terhadap
anak-anak yang dilakukan di sekolah, dan Masyarakat maupun di dalam keluarga. “Dengan terbentuknya kawal sekolah aman tersebut diharapkan bahwa benar-benar
mengawal dan menyelamatkan generasi muda dari tindakan-tindakan yang anarkis”,
kata Mahulette.
Dikatakan,
sesuai dengan harapan Menteri dengan adanya pencanangan yang pertama kali bagi
SMP di Indonesia ini, SMP 6 akan menjadi motor penggerak untuk sekolah lain di
kota Ambon dan Maluku sehingga seluruh sekolah di Maluku benar-benar dinyatakan
aman bagi siswa. Ia menambahkan kalau menteri juga mengharapkan para guru untuk
betul-betul bisa menciptakan sekolah yang betul-betul ramah, nyaman terhadap,
anak, sehingga anak-anak merasa betah di sekolah, untuk itu Menteri sangat
mengharapkan kerja sama lintas sekolah. Setelah dicanangkan sebagai sekolah
Kawal sekolah Aman, menurut Mahulette pihaknya telah mempersiapkan tim atau
satuan sehingga dapat bekerja secara internal di sekolah, dan
persoalan-persoalan yang terkafir adalah persoalan yang terjadi di dalam
sekolah, lingkungan dan di kehidupan keluarga. Sebagai contoh menurut Mahulette
Presiden mengingatkan kasus Anggelin di Bali di mana seluruh guru dan komponen
sekolah, tetangga dan keluarga mengetahui latar belakang masalah Anggelin
tetapi tidak satu pun yang peduli, sehingga anak yang mempunyai potensi yang
dapat dibawa ke kehidupan masa depan yang baik tetapi tidak dibawa ke sana namun
ke liang lahat.
Oleh
sebab itu menurut Mahulette, dengan adanya posko-posko yang dibentuk sekolah
ini betul-betul dapat mengawal anak-anak tersebut sebagai calon generasi muda
pembangunan bangsa. Ia menambahkan kalau satuan tugas dan gugus ini akan bekerja
sama dengan kepolisian, Koramil, sampai ke Dinas pendidikan dan Kementrian pendidikan,
dengan demikian laporan akan dibuat berjenjang sehingga Departemen pendidikan
dan kepolisian akan mengetahui secara jelas berbagai tindakan kejahatan,
pelecehan di satu sekolah, satu daerah dan seluruh Indonesia.
Untuk
satuan tugas menurutnya guru harus betul-betul selektif, yang mana guru
tersebut mempunyai latar belakang pengetahuan yang cukup menguasai kesiswaan,
Wiyata Mandala, Organisasi kesiswaan dan memiliki latar belakang Konseling,
Agama dan PKN. Dirinya berharap dengan adanya kepercayaan diberikan oleh
Pemerintah Pusat kepada SMP Negeri 6 Ambon, akan memberikan satu dorongan dan Motivasi
kepada para Stakeholder, Siswa, orang tua dan masyarakat agar supaya melihat
dari sisi yang positif, dan saling kerja sama, membantu satu dengan yang lain
untuk menjaga calon generasi muda sebagai salah satu pilar pembangunan bangsa
dan negara (CN-01)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *