Ambon, cahayanusantara12.com
Pada pelaksanaan Ujian Nasional 2016 tingkat SMP dan MTs, Wakil Walikota Ambon M.A.S.
Latuconsina berkesempatan membuka sampul
Ujian Nasional di SMP Negeri 4 Ambon. Demikian
penjelasan Kepala SMP Negeri 4 Ambon, Drs. O. Sitaniapessy kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (9/5).
Latuconsina berkesempatan membuka sampul
Ujian Nasional di SMP Negeri 4 Ambon. Demikian
penjelasan Kepala SMP Negeri 4 Ambon, Drs. O. Sitaniapessy kepada wartawan di ruang kerjanya Senin (9/5).
Menurutnya pada kesempatan itu Wawali Kota Ambon sempat memberikan arahan dan motivasi kepada para
siswa, agar anak-anak setelah belajar dan
Berdoa harus yakin kalau pastinya akan berhasil di dalam pelaksanaan UN ini.
siswa, agar anak-anak setelah belajar dan
Berdoa harus yakin kalau pastinya akan berhasil di dalam pelaksanaan UN ini.
Untuk pelaksanaan UN hari pertama menurut Sitaniapessy tidaklah ada kendala, karena pendistribusian
soal dan pengawas tiba tepat waktu dan
sampai dengan pelaksanaan UN hari ini diikuti oleh 377 peserta UN SMP Negeri 4. Dirinya
berharap kepada siswa untuk dapat mengikuti UN dari hari pertama sampai dengan selesainya dengan baik, sehingga
dengan kesiapan yang sudah dilakukan
siswanya nantinya akan berhasil, bukan hanya dari sisi kualitas tetapi juga dari sisi kuantitas.
soal dan pengawas tiba tepat waktu dan
sampai dengan pelaksanaan UN hari ini diikuti oleh 377 peserta UN SMP Negeri 4. Dirinya
berharap kepada siswa untuk dapat mengikuti UN dari hari pertama sampai dengan selesainya dengan baik, sehingga
dengan kesiapan yang sudah dilakukan
siswanya nantinya akan berhasil, bukan hanya dari sisi kualitas tetapi juga dari sisi kuantitas.
Sementara terkait dengan rencana pelaksanaan UNBK di sekolahnya, menurut Sitaniapessy kalau
dirinya sudah melakukan perbincangan dengan Wawali terkait dengan pelaksanaan UNBK , dan itu juga merupakan keinginan semua sekolah. Kalau UNBK sudah menjadi program nasional, untuk itu
harus ada intervensi dari Pemerintah
pusat dalam rangka mewujudkan program tersebut, karena masing masing daerah mempunyai kemampuan berbeda-beda.
dirinya sudah melakukan perbincangan dengan Wawali terkait dengan pelaksanaan UNBK , dan itu juga merupakan keinginan semua sekolah. Kalau UNBK sudah menjadi program nasional, untuk itu
harus ada intervensi dari Pemerintah
pusat dalam rangka mewujudkan program tersebut, karena masing masing daerah mempunyai kemampuan berbeda-beda.
Menurutnya, kendala yang dihadapi oleh daerah-daerah tersebut
adalah persoalan infrastrukturnya,
berupa perangkat lunak atau komputer . Khusu
untuk SMP negeri 4 saja, komputer yang dibutuhkan 130 komputer, sementara yang baru dimiliki oleh
Sekolahnya sebanyak 30 unit
komputer, namun kalau ada bantuan dari berbagai pihak pastinya pelaksanaan UNBK bisa diikuti oleh SMP Negeri 4 Ambon.
adalah persoalan infrastrukturnya,
berupa perangkat lunak atau komputer . Khusu
untuk SMP negeri 4 saja, komputer yang dibutuhkan 130 komputer, sementara yang baru dimiliki oleh
Sekolahnya sebanyak 30 unit
komputer, namun kalau ada bantuan dari berbagai pihak pastinya pelaksanaan UNBK bisa diikuti oleh SMP Negeri 4 Ambon.
Selain perangkat lunak, ada pula kendala lain yang dihadapi sekolahnya seperti ruangan untuk menempatkan komputer tersebut.
Untuk itu dirinya mengharapkan apabila
memang tahun 2018 program UNBK menjadi Program nasional maka Pemerintah pusat maupun Provinsi harus melakukan intervensi sehingga pelaksanaan UNBK bisa diikuti oleh
semua sekolah.(CM-03)
