Lewantaur: Jumlah Mahasiswa 500 Lebih
dan Telah Miliki 2 bangunan bantuan dari Pemda MBD
dan Telah Miliki 2 bangunan bantuan dari Pemda MBD
Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
cahaya-nusantara.co.id
Pengelola kampus Pendidikan Di Luar
Domisili (PDD) di MBD, Drs. S. Lewantaur, M.Pd mengatakan selama 2 tahun
beroperasi PDD Unpatti di Tiakur ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)
kampus itu telah memiliki 6 Program Studi (Prodi).
Domisili (PDD) di MBD, Drs. S. Lewantaur, M.Pd mengatakan selama 2 tahun
beroperasi PDD Unpatti di Tiakur ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD)
kampus itu telah memiliki 6 Program Studi (Prodi).
Demikian antara lain penjelasan Lewantaur
kepada wartawan di ruang kejanya di Ambon pekan lalu.
kepada wartawan di ruang kejanya di Ambon pekan lalu.
Dikatakan, sampai pada angkatan kedua
ini PDD Tiakur telah memiliki 6 prodi masing-masing: Fakultas Hukum telah
membuka prodi Ilmu Hukum; Fakultas Ekonomi membuka jurusan Akuntansi; Fakultas
Pertanian membuka prodi Peternakan, FKIP membuka prdi Bahasa Inggeris,
Matematika dan PGSD.
ini PDD Tiakur telah memiliki 6 prodi masing-masing: Fakultas Hukum telah
membuka prodi Ilmu Hukum; Fakultas Ekonomi membuka jurusan Akuntansi; Fakultas
Pertanian membuka prodi Peternakan, FKIP membuka prdi Bahasa Inggeris,
Matematika dan PGSD.
Menurutnya PDD Tiakur merupakan program
studi di luar kampus utama yakni di Ambon sehingga tenaga-tenaga pengajar yang
mengajar pada PDD Tiakur berasal dari tenaga-tenaga pengajar atau dosen yang
berasal dari Unpatti Ambon.
studi di luar kampus utama yakni di Ambon sehingga tenaga-tenaga pengajar yang
mengajar pada PDD Tiakur berasal dari tenaga-tenaga pengajar atau dosen yang
berasal dari Unpatti Ambon.
Dikatakan selama ini proses kuliah di
PDD tersebut berjalan normal dan tidak ada hambatan, bahkan materi yang
diterima oleh para mahasiswa lebih banyak dibanding materi yang tersaji di
kampus utama dan kuliah berjalan lancar.
PDD tersebut berjalan normal dan tidak ada hambatan, bahkan materi yang
diterima oleh para mahasiswa lebih banyak dibanding materi yang tersaji di
kampus utama dan kuliah berjalan lancar.
Kepada wartawan Lewantaur mengatakan
sejauh ini belaum ada hambatan yang berarti mengingat barusan dua tahun
berjalan. Meskipun demikian dirinya sangat bersyukur karena Pemerintah daerah
setempat memiliki kepedulian yang sangat baik terhadap hadirnya PDD di
daerahnya sehingga saat ini Pemda setempat telah membangun kampusnya sehingga
dua gedung sudah siap untuk digunakan yang terdiri dari 20 ruang kuliah
disamping ruang-ruang untuk perkantoran dan hingga kini pembangunan tetap
berjalan terus sehingga ke depan diharapkan semakin lebih bagus.
sejauh ini belaum ada hambatan yang berarti mengingat barusan dua tahun
berjalan. Meskipun demikian dirinya sangat bersyukur karena Pemerintah daerah
setempat memiliki kepedulian yang sangat baik terhadap hadirnya PDD di
daerahnya sehingga saat ini Pemda setempat telah membangun kampusnya sehingga
dua gedung sudah siap untuk digunakan yang terdiri dari 20 ruang kuliah
disamping ruang-ruang untuk perkantoran dan hingga kini pembangunan tetap
berjalan terus sehingga ke depan diharapkan semakin lebih bagus.
Menurutnya PDD di Tiakur baru berjalan
dua tahun tetapi mengalami kemajuan yang baik dan diprediksi ke depan akan
semakin baik dimana jika berkembang lebih pesat maka suatu saat nanti bisa
lepas dari Unpatti dan menjadi sebuah Universitas tersendiri.
dua tahun tetapi mengalami kemajuan yang baik dan diprediksi ke depan akan
semakin baik dimana jika berkembang lebih pesat maka suatu saat nanti bisa
lepas dari Unpatti dan menjadi sebuah Universitas tersendiri.
Selaku pengelola Lewantaur berharap
kesempatan emas bagi putra-putri MBD saat ini untuk belajar pada PDD tersebut
mengingat kampus tersebut telah berada dekat dengan masyarakat MBD daripada
membuang banyak biaya untuk datang ke kota Ambon atau kampus utama karena pada
dasarnya sama dalam penerapan dan perolehan ilmu pengetahuannya akan tetapi
beda dalam segi pengeluaran biaya study dan biaya hidup dari para mahasiswa di
MBD. “Anak-anak di sana (NBD) sebaiknya kuliah di sana karena memudahkan, Kalau
di sini (Ambon) agak repot karena biaya hidupnya di sini, biaya nginap atau
tinggalnya di sini, nah di sana kan ada kemudahan-kemudahan yang bisa teratasi dan
orang tua bisa lebih mengontrol anak-anak”, ujar Lewantaur sambil menambahkan
untuk sekarang saja ada mahasiswa yang mau pindah dari kampus utama ke sana
tapi masih perlu dibicarakan mekanisme terlebih dahulu, apalagi yang mau pindah
itu semester di atas sementara di sana baru sampai semester 3.
kesempatan emas bagi putra-putri MBD saat ini untuk belajar pada PDD tersebut
mengingat kampus tersebut telah berada dekat dengan masyarakat MBD daripada
membuang banyak biaya untuk datang ke kota Ambon atau kampus utama karena pada
dasarnya sama dalam penerapan dan perolehan ilmu pengetahuannya akan tetapi
beda dalam segi pengeluaran biaya study dan biaya hidup dari para mahasiswa di
MBD. “Anak-anak di sana (NBD) sebaiknya kuliah di sana karena memudahkan, Kalau
di sini (Ambon) agak repot karena biaya hidupnya di sini, biaya nginap atau
tinggalnya di sini, nah di sana kan ada kemudahan-kemudahan yang bisa teratasi dan
orang tua bisa lebih mengontrol anak-anak”, ujar Lewantaur sambil menambahkan
untuk sekarang saja ada mahasiswa yang mau pindah dari kampus utama ke sana
tapi masih perlu dibicarakan mekanisme terlebih dahulu, apalagi yang mau pindah
itu semester di atas sementara di sana baru sampai semester 3.
Menyoal tentang ada kemungkinan
penambahan prodi, Lewantaur mengatakan hal itu bukan domainnya me;lainkan
urusan pimpinan universitas, karena urusannya berhubungan dengan Menteri Ristek
dan Dikti. Oleh sebab itu menurut Lewantaur untuk saat ini bisa berjalan dengan
6 prodi saja dulu oleh karena jika ada tambahan banyak prodi juga akan
kewalahan pihak pengelolanya karena terkait juga dengan tenaga pengajar yang
saat ini masih menggunakan dosen dari kampus utama sehingga jika pada dosen
dari kampus utama semuanya ke kampus PDD bisa kosong di kampus utama. Meskipun
demikian untuk saat ini telah ada 24 tenaga dosen yang telah menetap di MBD dan
mereka juga telah mengikuti pelatihan pekerti dan lain-lainnya.
penambahan prodi, Lewantaur mengatakan hal itu bukan domainnya me;lainkan
urusan pimpinan universitas, karena urusannya berhubungan dengan Menteri Ristek
dan Dikti. Oleh sebab itu menurut Lewantaur untuk saat ini bisa berjalan dengan
6 prodi saja dulu oleh karena jika ada tambahan banyak prodi juga akan
kewalahan pihak pengelolanya karena terkait juga dengan tenaga pengajar yang
saat ini masih menggunakan dosen dari kampus utama sehingga jika pada dosen
dari kampus utama semuanya ke kampus PDD bisa kosong di kampus utama. Meskipun
demikian untuk saat ini telah ada 24 tenaga dosen yang telah menetap di MBD dan
mereka juga telah mengikuti pelatihan pekerti dan lain-lainnya.
Dijelaskan untuk rekrutmen tenaga dosen
yang bisa menetap di MBD dilakukan melalui seleksi dengan syarat utama dosennya
harus bersedia menetap di MBD.(CN-02)
yang bisa menetap di MBD dilakukan melalui seleksi dengan syarat utama dosennya
harus bersedia menetap di MBD.(CN-02)
