Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
cahaya-nusantara.co.id
Terkait dengan sidang perkara dugaan
korupsi dana BOS MBD yang melibatkan anggota DPRD kabupaten MBD, Hery Lekipera
selaku terdakda yang hingga saat ini telah menjalani 3 kali sidang di PN Ambon.
Imanuel Lawariuw sebagai salah satu mahasiswa MBD meminta Jaksa Penuntut Umum
(JPU) dan Hakim di PN Ambon untuk lebih cermat dan jeli menuntut serta
mengadili perkara ini mengingat kuat dugaan jaksa ditipu oleh LSM yang illegal
dengan data yang tidak benar.
korupsi dana BOS MBD yang melibatkan anggota DPRD kabupaten MBD, Hery Lekipera
selaku terdakda yang hingga saat ini telah menjalani 3 kali sidang di PN Ambon.
Imanuel Lawariuw sebagai salah satu mahasiswa MBD meminta Jaksa Penuntut Umum
(JPU) dan Hakim di PN Ambon untuk lebih cermat dan jeli menuntut serta
mengadili perkara ini mengingat kuat dugaan jaksa ditipu oleh LSM yang illegal
dengan data yang tidak benar.
Demikian antara lain penjelasan Lawariuw
kepada wartawan di Ambon, Rabu, 4/10.
kepada wartawan di Ambon, Rabu, 4/10.
Dikatakan, setelah mengikuti tiga kali
persidangan kasus yang didakwa kepada Wakil rakyat dari MBD, H. Lekipera
ternyata banyak sekali keanehan yang terungkap di persidangan antara lain
diketahui bahwa pelapor kasus tersebut berasal dari sebuah LSM yang tidak resmi
alias LSM liar yang tidak memiliki legalitas formal sebagaimana layakny sebuah
LSM yang harus memiliki Anggaran fasan dan anggaran rumah tangga serta
ijin-ljin dari pemerintah atau instansi terkait lainnya.
persidangan kasus yang didakwa kepada Wakil rakyat dari MBD, H. Lekipera
ternyata banyak sekali keanehan yang terungkap di persidangan antara lain
diketahui bahwa pelapor kasus tersebut berasal dari sebuah LSM yang tidak resmi
alias LSM liar yang tidak memiliki legalitas formal sebagaimana layakny sebuah
LSM yang harus memiliki Anggaran fasan dan anggaran rumah tangga serta
ijin-ljin dari pemerintah atau instansi terkait lainnya.
Hal ini juga nampak pada dakwaan yang
disampaikan oleh JPU dan lebih-lebih lagi dari fakta persidangan dimana
saksi-saksi yang dihadirkan nampaknya ragu-ragu dalam memberikan keterangan
bahkan terindikasi ada saksi yang secara terpaksa memberikan keterangan di
dalam ruang sidang akan tetapi setelah keluar dari ruangan ia mengaku apa yang
diakuinya di sidang sesuai pertanyaan hakim dan jaksa itu tidak benar karena
pada dasarnya uang itu tidak dikembalikan kepada Lekipera sebagai manajer Dana
Bos ketika itu. Dan yang menariknya sesuai keterangan saksi bahwa firmat
pengakuan pengembalian uang itu sudah disiapkan oleh jaksa saat pemeriksaan
sehinga setelah pemeriksaan berlangsung diikuti dengan menandatangai pernyataan
itu seakan-akan ia telah mengembalikan uang tersebut kepada sang manejer.
“mulai dari dakwaan sampai pemeriksaan saksi itu ada keterangan-keterangan
yang menyimpang karena saksi mau mengatakan ada hal-hal yang dia takut, mau
terbuka juga takut karena hal-hal ini yang menyebabkan sampaj sidang keempat
ini tertunda” ujar Lawariuw sambil bertanya ada apa di balik ini semua.
disampaikan oleh JPU dan lebih-lebih lagi dari fakta persidangan dimana
saksi-saksi yang dihadirkan nampaknya ragu-ragu dalam memberikan keterangan
bahkan terindikasi ada saksi yang secara terpaksa memberikan keterangan di
dalam ruang sidang akan tetapi setelah keluar dari ruangan ia mengaku apa yang
diakuinya di sidang sesuai pertanyaan hakim dan jaksa itu tidak benar karena
pada dasarnya uang itu tidak dikembalikan kepada Lekipera sebagai manajer Dana
Bos ketika itu. Dan yang menariknya sesuai keterangan saksi bahwa firmat
pengakuan pengembalian uang itu sudah disiapkan oleh jaksa saat pemeriksaan
sehinga setelah pemeriksaan berlangsung diikuti dengan menandatangai pernyataan
itu seakan-akan ia telah mengembalikan uang tersebut kepada sang manejer.
“mulai dari dakwaan sampai pemeriksaan saksi itu ada keterangan-keterangan
yang menyimpang karena saksi mau mengatakan ada hal-hal yang dia takut, mau
terbuka juga takut karena hal-hal ini yang menyebabkan sampaj sidang keempat
ini tertunda” ujar Lawariuw sambil bertanya ada apa di balik ini semua.
Menurutnya kalau memang mau menuntut
kebenaran ia mengajak agar semua komponen penegak hukum agar turut menerawang
fajta yang benar saja.
kebenaran ia mengajak agar semua komponen penegak hukum agar turut menerawang
fajta yang benar saja.
Selaku mahasiswa Lawariuw menilai kasus
Lekipera ini sarat dengan kepentingan politik. Ia bahkan yakin bahwa kepentingan
politik terutama gerakan untuk melengserkan terdakwa dari kursi anggota dewan
MBD saja yang berkonspirasi dengan LSM Berani untuk mengajukan laporan tidak
benar agar terdakwa terjerak kasus hukum sdhingga tidak memiliki kesempayan
untuk maju dalam pileh 2019 mendatang.
Lekipera ini sarat dengan kepentingan politik. Ia bahkan yakin bahwa kepentingan
politik terutama gerakan untuk melengserkan terdakwa dari kursi anggota dewan
MBD saja yang berkonspirasi dengan LSM Berani untuk mengajukan laporan tidak
benar agar terdakwa terjerak kasus hukum sdhingga tidak memiliki kesempayan
untuk maju dalam pileh 2019 mendatang.
Hal ini sangat jelas karena para saksi
tidak bisa menjawab secara transparan peetanyaan dari hakim maupin jaksa bahjan
data di persidangan juga membuktikan bahwa ada perhitungan lebih dari jumlah
yang diadukan kepada terdawa. semisal adanya data yang disampaikan oleh jaksa
yang konon berasal dari laporan Lsm bahwa dugaan korupsi itu mencapai puluhan
milyar sementara jumlah siswa saja tidak sepadan dengan jumlah tersebut bahkan
untuk mencapai angka 10 milyar saja belym ada apalagi bunyinya sampai puluhan
milyar” papar Lawariuw.
tidak bisa menjawab secara transparan peetanyaan dari hakim maupin jaksa bahjan
data di persidangan juga membuktikan bahwa ada perhitungan lebih dari jumlah
yang diadukan kepada terdawa. semisal adanya data yang disampaikan oleh jaksa
yang konon berasal dari laporan Lsm bahwa dugaan korupsi itu mencapai puluhan
milyar sementara jumlah siswa saja tidak sepadan dengan jumlah tersebut bahkan
untuk mencapai angka 10 milyar saja belym ada apalagi bunyinya sampai puluhan
milyar” papar Lawariuw.
Selain itu Lawariuw juga memoertanhakan tentang akurasi laporan
LSM yang disajikan oleh Jaksa dalam dakwaannya yang menghitung jumah manusianya
dengan jumlah tidak utuh tetapi ada bilangan koma-komanya, sementara manusia
itu bukan pecahan seperti uang yang ada pecahannya sementara yang namanya
manusia utuh dari kepala tangan dan tubuh kecuali ia lahir cacat. Belum lagi di
dalam dakwaan tersebut ada pula data nama sekolah yang tidak pernah ada di MBD
akan tetapi dimaaukan sebagai laporan LSM sehingga terkeaan datanya fiktif.
LSM yang disajikan oleh Jaksa dalam dakwaannya yang menghitung jumah manusianya
dengan jumlah tidak utuh tetapi ada bilangan koma-komanya, sementara manusia
itu bukan pecahan seperti uang yang ada pecahannya sementara yang namanya
manusia utuh dari kepala tangan dan tubuh kecuali ia lahir cacat. Belum lagi di
dalam dakwaan tersebut ada pula data nama sekolah yang tidak pernah ada di MBD
akan tetapi dimaaukan sebagai laporan LSM sehingga terkeaan datanya fiktif.
Kepada wartawan juga Lawariuw mengatakan
kasus dana Bos ini juga telah juga diperiksa oleh Jaksa AR telah memanggil
manajer dan seksi-seksi yang lain di dalam tim dan memeriksa dan dinyatakan
tidak ada kerugian negara dan selanjutnya pad setiap tahun terdapat audit BPK
dan tidak menemukan adanya kerugian negara. demikian juga pada tahun 2011
Bawasda MBD juga mengaudit dan juga tidak ditemukan adanya kerugian negara. Dan
yang lucu lagi tahun 2009 dimana pak Lekipera mencapai masa pensiun pun tidak
ada data yang bisa menyebabkan yang bersangkutan masih tersangkut masalah
sehingga tidak boleh pensiun.
kasus dana Bos ini juga telah juga diperiksa oleh Jaksa AR telah memanggil
manajer dan seksi-seksi yang lain di dalam tim dan memeriksa dan dinyatakan
tidak ada kerugian negara dan selanjutnya pad setiap tahun terdapat audit BPK
dan tidak menemukan adanya kerugian negara. demikian juga pada tahun 2011
Bawasda MBD juga mengaudit dan juga tidak ditemukan adanya kerugian negara. Dan
yang lucu lagi tahun 2009 dimana pak Lekipera mencapai masa pensiun pun tidak
ada data yang bisa menyebabkan yang bersangkutan masih tersangkut masalah
sehingga tidak boleh pensiun.
Oleh sebab itu Lawariuw meminta jaksa
dan Hakim untuk juga menghadirkan pelapor yng memberikan data fiktif kepada
jaksa untuk ikut bersaksi di pengadilan dan kepada hakim diminta untuk
benar-benar jeli dalam menyidangkan perkara ini sehingga kebenaran betul-betul
ditegakkan sehingga jangan karena kepentingan politik semata kemudian
masyarakat diseret ke pengadilan tanpa satu data yang benar.(CN-02)
dan Hakim untuk juga menghadirkan pelapor yng memberikan data fiktif kepada
jaksa untuk ikut bersaksi di pengadilan dan kepada hakim diminta untuk
benar-benar jeli dalam menyidangkan perkara ini sehingga kebenaran betul-betul
ditegakkan sehingga jangan karena kepentingan politik semata kemudian
masyarakat diseret ke pengadilan tanpa satu data yang benar.(CN-02)
