Ambon, cahaya-nusantara.co.id
Bertempat di aula lantai 3 kantor Kementerian Agama
(Kemenag) Provinsi Maluku, Selasa Siang, 1/11, Kakanwil Kemenag Provinsi Fesal Musaad berkenan melantik dan mengambil
sumpah Bernard Fanulene, S.Pd menjadi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik
Kanwil Kemenag Provinsi Maluku menggantikan pejabat lama yang telah purna bhakti sejak Mei 2017
silam.
Kakanwil dalam sambutannya seusai melantik dan
pengambilan sumpah jabatan antara lain mengatakan rotasi dan pergantian pejabat
di Kementerian Agama baik itu di pusat maupun di daerah dilakukan untuk
penguatan fungsi organisasi agar lebih dinamis, responsif terhadap trend
perubahan tuntutan masyarakat, mendorong peningkatan kinerja individu dan
organisasi, sekaligus dalam rangka regenerasi sumber daya manusia secara serentak dengan tentu mengedepanpan 5 budaya kerja yaitu: Integritas, profesionalitas, inovasi,
tanggungjawab dan Keteladanan. Untuk itu Kakanwil mengucapkan selamat
kepada ASN yang baru dilantik.
pengambilan sumpah jabatan antara lain mengatakan rotasi dan pergantian pejabat
di Kementerian Agama baik itu di pusat maupun di daerah dilakukan untuk
penguatan fungsi organisasi agar lebih dinamis, responsif terhadap trend
perubahan tuntutan masyarakat, mendorong peningkatan kinerja individu dan
organisasi, sekaligus dalam rangka regenerasi sumber daya manusia secara serentak dengan tentu mengedepanpan 5 budaya kerja yaitu: Integritas, profesionalitas, inovasi,
tanggungjawab dan Keteladanan. Untuk itu Kakanwil mengucapkan selamat
kepada ASN yang baru dilantik.
Selanjutnya Kakanwil mengingatkan mereka yang dilantik
bahwa jabatan bukan membuat seseorang menjadi sombong dan angkuh tetapi jabatan
adalah kerja. Jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan
Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan
masyarakat akan menilai hasil dari kinerja ASN terutama yang dilantik sebagai
pejabat.
bahwa jabatan bukan membuat seseorang menjadi sombong dan angkuh tetapi jabatan
adalah kerja. Jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan
Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan
masyarakat akan menilai hasil dari kinerja ASN terutama yang dilantik sebagai
pejabat.
Kakanwil meminta agar para pejabat yang baru dilantik
menjawab semua tuntutan yang merupakan tanggungjawab itu melalui prestasi dan
karya yang berguna untuk negara dan dan bangsa, khususnya provinsi Maluku
tercinta
menjawab semua tuntutan yang merupakan tanggungjawab itu melalui prestasi dan
karya yang berguna untuk negara dan dan bangsa, khususnya provinsi Maluku
tercinta
Menurutnya pada saat diangkat dalam satu jabatan haruslah
disadari bahwa jabatan tidaklah kekal, hari ini datang dan bisa besok pergi.
Oleh karena itu seorang pejabat tidak boleh bersikap sewenang-wenang dalam
melakukan tugasnya.
disadari bahwa jabatan tidaklah kekal, hari ini datang dan bisa besok pergi.
Oleh karena itu seorang pejabat tidak boleh bersikap sewenang-wenang dalam
melakukan tugasnya.
Selanjutnya Kakanwil mengajak mereka yang barusan
dilantik agar menegedepankan amal ibadah, amal soleh untuk meraih ridho Tuhan.
dilantik agar menegedepankan amal ibadah, amal soleh untuk meraih ridho Tuhan.
Menurutnya sebagai pejabat publik segala tindakannya
akan dinilai oleh masyarakat dan
dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Mengetahui. Oleh sebab itu
Kakanwil mengajak para pejabat baru agar mensyukuri semua anugerah dari Tuhan
itu.
akan dinilai oleh masyarakat dan
dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Mengetahui. Oleh sebab itu
Kakanwil mengajak para pejabat baru agar mensyukuri semua anugerah dari Tuhan
itu.
Menariknya kakanwil mengingatkan para kepala Bidang dan
Pembimas dan pejabat eselon empat akan kepercayaan yang diberikan sebagai
pejabat pembuat komitmen atau pengelola kegiatan dan anggaran, oleh karena itu
selaku kakanwil dan selaku KPA sesuai SK Kakanwil dipercayakan dan ditunjuk menjadi
PPK haruslah mensyukurinya dengan cara mengedepankan etika dan moral,
mengedepankan akhlak yang mulia, mengedepankan kerjasama, mengedepankan
koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak, mengedepankan integritas,
mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat dan tidak berbelit-belit dan murah
untuk kemajuan organisasi Kementerian Agama.
Pembimas dan pejabat eselon empat akan kepercayaan yang diberikan sebagai
pejabat pembuat komitmen atau pengelola kegiatan dan anggaran, oleh karena itu
selaku kakanwil dan selaku KPA sesuai SK Kakanwil dipercayakan dan ditunjuk menjadi
PPK haruslah mensyukurinya dengan cara mengedepankan etika dan moral,
mengedepankan akhlak yang mulia, mengedepankan kerjasama, mengedepankan
koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak, mengedepankan integritas,
mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat dan tidak berbelit-belit dan murah
untuk kemajuan organisasi Kementerian Agama.
Sementara itu di ruang kerjanya Pembimas yang baru
dilantik, Bernard Fanulene kepada wartawan mengatakan sebagaimana diketahui
bersama proses menentukan siapa yang jadi Pembimas ini melalui mekanisme yang
cukup panjang dan ketat dan panjang, di mana proses untuk mendapatkan hasil
yang penentuan siapa yang jadi Pembimas
termasuk dirinya sendiri ipun tidak mengetahuinya, nanti pada saat
pelantikan baru dirinya mengetahui bahwa dirinyalah yang diangkat dan dilantik.
dilantik, Bernard Fanulene kepada wartawan mengatakan sebagaimana diketahui
bersama proses menentukan siapa yang jadi Pembimas ini melalui mekanisme yang
cukup panjang dan ketat dan panjang, di mana proses untuk mendapatkan hasil
yang penentuan siapa yang jadi Pembimas
termasuk dirinya sendiri ipun tidak mengetahuinya, nanti pada saat
pelantikan baru dirinya mengetahui bahwa dirinyalah yang diangkat dan dilantik.
Dikatakan sebagai manusia dirinya merasa pengangkatan
dan pelantikan dirinya selaku pembimas merupakan sebuah rahmat tetapi di balik
itu dirinya melihat itu sebagai sebuah tanggungjawab, merupakan sebuah salib
yang perlu dipikul oleh dirinya untuk mengemban tugas, meskipu demikian ia
mengakui lewat cara ini merupakan komitmen untuk membangun keumatan teristimewa
membangun masyarakat Katolik yang hadir di tengah kebhinekaan, terutama di
Maluku yang penuh dengan pelbagai pluralitas.(CN-02)
dan pelantikan dirinya selaku pembimas merupakan sebuah rahmat tetapi di balik
itu dirinya melihat itu sebagai sebuah tanggungjawab, merupakan sebuah salib
yang perlu dipikul oleh dirinya untuk mengemban tugas, meskipu demikian ia
mengakui lewat cara ini merupakan komitmen untuk membangun keumatan teristimewa
membangun masyarakat Katolik yang hadir di tengah kebhinekaan, terutama di
Maluku yang penuh dengan pelbagai pluralitas.(CN-02)

