Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
Diduga lantaran membangun  sejumlah fasilitas rumah Sakit Umum Masohi
yang baru akhirnya para karyawan  merusakan instilasi air bersih, tepatnya pipa
yang masuk ke RSU Masohi yang menyebabkan kurangnya suplay air ke rumah sakit
itu mengakibatkan para pasien kekurangan
air bersih sehingga para pasien yang dirawat di RSU tersebut mengeluh tentang
ketersediaan air untuk MCK dan juga untuk air minum.
Demikian antara lain keluhan
salah seorang pasien yang kebetulan juga salah satu awak media di pusat
kabupaten Maluku Tengah tersebut kepada media ini semalam via ponsel.
Dikatakan air bersih di RSU
Masohi sudah dua hari ini (Sabtu dan Minggu) tidak ada sama sekali. “Seng ada
air, bak-bak semua kering habis”, kata sumber sambil menambahkan  semua pasien mengeluh karena mau masuk WC saja
tidak ada air. Padahal RSU Masohi yang terbilang megah dari semua bangunan dinas
serta badan yang ada di Masohi.
Ironisnya kata sumber
dirinya telah melakukan kontak via ponsel kepada Direktur lewat SMS dan
Telpon  akan tetapi sang direktur tidak
mengangkat telepon ataupun membalas pesan SMSnya.
Sementara itu pasien juga
telah melakukan konfirmasi dengan Sekretaris RSU Hadideksi akan tetapi dengan
enteng sang Sekretaris menjawab karena ada proyek yang sementara dibangun di
lingkungan RSU sehingga para pekerja yang melibas pipa air yang masuk ke Bak
air dengan mesin molenk sehingga rusak dan airnya tidak bisa masuk ke bak
penampungan air di RSU tersebut.
Alasan dari sang sekretaris
itu kemudian dipertanyakan oleh para pasien yang merasa kesulitan dengan air
bersih untuk kebutuhan MCK sambil mengatakan alasan tersebut bukan merupakan
alasan yang tepat bagi kemaslahatan orang banyak yang sementara terbaring lemah
di rumah sakit tersebut.
Menurut mereka, pembangunan
yang sementara dikerjakan itu juga merupakan 
kepentingan umum  akan tetapi
bukan dengan cara merusak fasilitas air yang telah ada yang pada gilirannya
menyiksa para pasien yang terang-terangan memerlukan pertolongan , tetapi jika
akhirnya mengalami hal serupa lantas kapan sembuhnya. Mereka juga merasa kesal
karena seakan-akan Direktur lebih memperhatikan bangunannya ketimbang
keselamatan dan kesejahteraan bagi para pasien yang memerlukan pertolongan
segera dari pihak RSUD masohi. Padahal kata sumber pasienlah yang harus segera
dilayani bukan kepentingan proyek tersebut.
Oleh
sebab itu Kepala Dinas Kesehatan Masohi beserta Direktur RSUD Masohi diminta
untuk segera memperhatikan air bersih bagi kebutuhan pasien meskipun bangunan
tersebut juga memerlukan penanganan segera. (CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *