Ambon,
cahaya-nusantara.co.id
Kepala SMA Kristen Ambon, Dra. E.
Laturiuw, M.Si mengatakan baginya alumni SMA Kristen Ambon merupakan asset
sehingga pihaknya perlu perdayakan.
Demikian antara lain penegasan Laturiuw
kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 31/1.
Dikatakan, justru karena alumni itu
asset sehingga pihaknya perlu perdayakan 
dan sampai saat ini pihaknya 
tetap membangun komunikasi dengan tetap membangun jaringan sehingga
mereka menyadari sungguh bahwa mereka juga punya tanggungjawab.
Menurutnya untuk berbagai dukungan dan sumbangan
menyusul perayaan temu alumni akbar tahun lalu dimana apa yang alumni berikan
ke sekolah semuanya sudah terealisasi dan terpenuhi dan telah digunakan untuk
kegiatan try out(TO) 1 yang berlangsung 3 hari lalu.
Terkait dengan itu, kata Laturiuw saat
ini pihaknya telah memiliki kurang lebih 80 unit computer milik sendiri yang
kesemuanya merupakan sumbangan dari alumni dan juga dari Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan yang dalam hal ini dari Direktorat Sarana dan prasarana dan juga
dari Bank Indonesia.
Dan yang cukup mengesankan adalah adanya
sumbangan 20 unit computer dari alumni yang saat ini bekerja sebagai salah satu
Direktur Utama PT. Asuransi, sedangkan sisanya diperoleh dari alumni yang
menghadiri temu akbar alumni yang berlangsung tahun 2017 lalu bertepatan dengan
perayaan HUT SMA Kristen yang ke-60.
Disebutkan pihaknya sangat bersyukur
dengan berbagai bantuan dari para alumni dan untuk itu sampai saat ini pihaknya
masih tetap terus membangun komunikasi dengan para alumni di mana pun mereka
berdomisili dan bekerja.
Sementara itu di tempat yang sama
Laturiuw mengatakan untuk mempersiapkan siswa dalam rangka mengikuti Ujian
Nasional Berbasis Komputer mendatang saat ini tengah dilakukan pemantapan di
antaranya sementara mengumpulkan nilai-nilai peserta ujian yang telah mengikuti
try out guna dianalisis untuk dilihat sampai sejauh mana keberhasilan dari
pementapan yang tengah berlangsung saat ini.
Disebutkan untuk pelaksanaan TO 1
pihaknya telah menggunakan system seperti system yang dipakai dalam UNBK tahun
kemarin, yakni  Sistem Ujian Berbasis
Komputer (SUBK).
Menurutnya untuk tahun 2018 ini sesuai
dengan POS ujian yang telah diterimanya hanya akan ada UNBK dan UN, sedangkan
untuk ujian praktek dikembalikan kepada satuan pendidikan masing-masing.
Terkait dengan itu menurut Laturiuw
sekolahnya masih menggunakan program KTSP untuk kelas ujian nanti sehingga
pihaknya mengagendakan ujian praktek mengingat mapel-mapel tertentu
menginginkan adanya lab psiko motor oleh sebab itu sekolahnya juga mengagendakannya
sehingga setelah TO 1 dan sesuai dengan agenda nasional  dimana akan dilakukan simulasi 1 pada tanggal
6.7 dan 8 Februari mendatang.

Khusus untuk simulasi tersebut, kata Laturiuw pihaknya harus bekerjasama
dengan pihak Kemendikbud dan setelah itu dilanjutkan dengan TO 2.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *