Ambon,
cahaya-nusantara.co.id

Koperasi
Unatisa Allang yang pernah mengalami kejayaannya di era 80-an sampai 90-an ini
kini dikabarkan semakin terpuruk di tangan pengurus baru dalam tahun 2015-2018
di bawah kepemimpinan  Roland Sabandar selaku ketua.

Demikian
ungkapan Sejumlah anggota Koperasi yang disampaikan oleh Sekretaris Koperasi
Williem Patty kepadam wartawan di Ambon,  Sabtu, 17/3/2018.
Dikatakan,
selama 3 tahun sejak tahun 2015 lalu kepemimpinan  Roland 
Sabandar selaku Ketua KUD unatisa, sama sekali tidak memberi dampak
menggembirakan bagi koperasi Unit Desa yang beralamat di negeri ini.

Dikatakan
dari informasi yang diperolehnya dari  beberapa warga Allang yang juga
anggota anktif KUD UNATISA di antaranya mengatakan bahwa selama 3 tahun buku
yakni 2015, 2016 dan 2017 bahwasanya seluruh program kerja KUD UNATISA yang
sudah ditetapkan melalu Rapat Anggota Tahunan (RAT) ternyata tidak satu pun
yang bisa direalisasikan alias gagal 100 persen.

Sementara
hingga kini sejumlah unit usaha produksi usaha antara lain jual beli BBM,
Simpan pinjam dan jual beli hasil bumi telah ditutup sedangkan unit usaha
angkutan darat juga semakin menurun produktivitasnya.

Menurutnya
informasi lain  yang diperolenya bahwa
pada tahun ketiga kepemimpinan  Sabandar
selaku ketua KUD UNITISA hingga Februari 2018 terdapat beberapa Waserda atau tempat
penjualan barang-barang sembako milik KUD Unitisa tertampak ditutup
aktivitasnya.

Menurutnya 
sudah kurang lebih setahun terakhir ini koperasi Unitisa semakin terpuruk hal
ini disinyalir karna kurangnya kemampuan SDM  manajerial  yang
dimiliki oleh pengurus  dan manajer KUD UNATISA masih rendah jika
dibandingkan dengan dunia usaha perkoperasian  dan yang ironisnya ketua
Koperasi diduga justru menggunakan sejumlah uang koperasi untuk kepentingan
politik dan kepentingan pribadi bahkan disinyalir menggunakan puluhan juta uang
yang hendak dipakai untuk membeli mobil usaha sehingga mobil yang telah
disepakati untuk dibeli batal dibeli meskipun telah dilakukan jaminan uang jadi
sebesar 5 juta rupiah.

Sadangkan
Sabandar saat dihubungi untuk komfirmasi, katanya ada rapat dan rapat. Janjian
waktu dengan wartawan juga tak pernah di tepati.(CN-03)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *