Ambon,cahaya-nusantara.com

Kepala SMA Negeri 6 Ambon F.M. Sahureka memberikan apresiasi yang tinggi bagi alumni SMA Negeri 6 Ambon Angkatan 96 yang menggelar Peluncuran buku karya ibu Selfina Maulany yang berjudul Perempuan dan Ombak di sekolahnya, Senin, 19/8. 
Demikian antara lain penegasan Sahureka kepada wartawan di arena bedah buku di sekolahnya.

Dikatakan, kegiatan bedah buku karya salah guru di sekolahnya yang dikoordiniir oleh para alumni itu sangatlah positif karena memiliki nilai dorong yang kuat dan bernilai positif baik bagi siswa maupun guru di sekolah itu.

Menurutnya nilai positif bagi guru adalah bisa menginspirasi guru untuk bisa menulis bukan saja sastra melainkan juga karya ilmiah lainnya sehingga dapat memperkaya literasi guna pengembangan pengetahuan dari guru dan siswa. “Memang saya mau katakan saya sangat… sangat…sangat bangga” ujarnya sambil menambahkan dirinya juga bangga ada alumnni SMA Negeri 6 seperti Selvon Pattiserliun yang pernah jadi duta bahasa serta karya sastranya serta saat masih jadi siswa di SMA 6 sangat bagus. Oleh sebab itu dirinya yakin akan muncul Selvon-Selvon baru dan Evi-Evi baru dari sekolah ke depan nanti.

Sementara itu Ketua Panitia Amelia Takaendengan di tempat yang sama mengatakan tujuan dari pelaksanaan kegiatan peluncuran buku Perempuan dan Ombak ini adalah sebagai ungkapan rasa cinta kasih para alumni terhadap sekolahnya karena panitia yang dipimpinnya adalah para alumni dari sekolah tersebut, penulis buku adalah guru dari sekolahnya yang pernah memberikan ilmu kepada para alumni semasa menjadi siswa di sekolah tersebut.

Sedang penulis, Selfina Maulany yang juga adalah tenaga pengajar di sekolah itu kepada wartawan mengatakan yang memberikan inspirasi dalam karya sastra sebagaimana tertuang di dalam buku Perempuan dan Ombak sebagaimana yang diluncurkan adalah tentang kehidupan. Sebagaimana diketahui bersama tentang kehidupan seorang perempuan yang menghadapi tantangan dan gelombang hidup yang berat.

Dikatakan gelombang hidup seorang selain berat selalu silih berganti. Secara keseluruhan karyanya ini tidak terpaku pada ombak secara fisik melainkan lebih pada kiasan tantangan hidup yang berat dan silih berganti yang senantiasa menyertai hidup dan perjuangan seorang perempuan di Maluku. Ibaratnya ombak yang datang silih berganti di laut, seperti itulah perjuangan beban hidup seorang perempuan.

Baik Kepala sekolah, penulis maupun panitia yang adalah alumni sekolah tersebut angkatan 1996 ini berharap dengan adanya karya sastra yang diciptakan oleh Maulany ini menjadi pendorong bagi siswa dan guru di sekolah itu untuk menciptakan karya-karya sastra yang lebih banyak di masa mendatang.

Sementara itu dari pantauab media menyebutkan antusiasne yang tinggi dari para siswa dan juga guru dalam kegiatan peluncuran buku di SMA Negeri 6 kemarin, dimana banyak sekali siswa yang bertanya seputar cara menulis karya sastra sebagaimana yang dilakukan oleh penulis. Bahkan ada juga yang bertanya tentang cara menulis sekaligus membaca yang baik dari sang penulis.

Menariknya bahwa selain para alumni ada pula mantan kepala sekolah SMA Negeri 6 yang hadir dan mantan-mantan guru yang pernah mengabdi di sekolah itu. Bahkan ada sejumlah undangan.lain yang memiliki kapasitas untuk menampung berbagai karya sastra siswa dan guru di sekolah itu dalam rangka mempublikasikan keluar lingkungan sekolah.(CN-03)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *