Ambon, cahaya-nusantara.com

Gubernur Maluku Irjen Pol (Pur). Murad Ismail menyanyikan lagu Kasih Tuhan mengawali pemaparan vissi dan Missi Pemerintah Provinsi Maluku pada Sidang Sinode III Keuskupan Amboina (KA) di Gonsalo Veloso Karang Panjang Ambon, Rabu, 11/9.

Sebelumnya Uskup dan puluhan pastor KA selaku peserta Sinode memberikan berkat istimewa kepada Gubernur berkenaan dengan HUT orang nomor satu Maluku itu yang genap berusia 58 tahun.tanggal 11 September 2019.

Uskup P.C. Mandagi MSC yang memimpin pemberkatan kepada Gubernur Maluku dimana sebelum pemberkatan, Kepala Pusat Pastotral keuskupan Amboina pastor Anton Lerek Kewole meminpin doa  bagi umur panjang serta rahmat kesehatan yang baik kepada Gubernur Maluku serta juga mendoakan rahmat khusus kepada Gubernur agar dapat memimpin provinsi Maluku dengan tuntunan Roh Tuhan sehingga semakin bijak dalam memimpin masyarakat di provinsi 1000 pulau ini.

Sementara itu dalam pemaparannya, mantan Komandan Korps Brimob Polri ini mengatakan ada empat hal besar yang menginspirasi dirinya untuk memotivasi dirinya menjadi gubernur Maluku yang sekaligus menjadi keprihatinannya yakni. Pertama adanya kenyataan provinsi Maluku sebagai provinsi termiskin ketiga dari 34 provinsi di Indonesia. Kedua masih tingginya tingkat pengangguran di Maluku. Ketiga.Lemahnya tingkat Pelayanan di Maluku serta Keempat masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Maluku.

Menurut Murad, untuk mengatasi keempat problem besar yang saat ini dialami oleh masyarakat Maluku saat ini pemda Maluku telah menuangkan berbagai program strategis yang dirampungkan dalam vissi dan Missinya untuk dilaksanakan dalam masa jabatannya. Untuk itu Gubernur minta dukungan dari Keuskupan dan umat Katolik selaku mitra pemerintah dapat mendukung dan mengawal program Gubernur Maluku dalam melaksanakan tugasnya sebagai gubernur Maluku.

Sementara itu di sela-sela pemaparan vissi dan missinya Gubernur mengatakan kedekatannya dengan Uskup Mandagi sudah terjalin sejak dirinya menjabat selaku Kapolda Maluku dimana dalam satu kesempatan Uskup pernah mengatakan bahwa dirinya pasti akan menjadi Gubernur Maluku. Dan Murad mengatakan ungkapan Uskup Mandagi itu akhirnya terbukti saat ini.

Menariknya di hadapan peserta Sinode yang berasal dari provinsi Maluku dan Maluku Utara itu Murad menandaskan dirinya bukan gubernur keluarga atau gubernur kelompok dan perorangan melainkan dirinya adalah gubernur Maluku. Oleh sebab itu Ia minta dukungan orang Maluku termasuk peserta Sinode agar mendukungnya dalam mengusahakan hak-hak orang orang Maluku untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan Kelautan dan Perikanan dengan kebijakan Moratirium yang merugikan Maluku. Bahkan menurutnya ke depan soal kewenangan HPH  yang juga merugikan Maluku bakal diusakan agar kewenangan itu dikembalikan ke provinsi sehingga meningkatkan PAD bagi provinsi ini.

Selanjutnya Murad mengatakan tugas dari seorang Kepala Daerah hanya 2 plus satu yakni mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan plus satunya adalah menjaga sumber daya alam di daerahnya serta mengelola demi kesejahteraan rakyatnya.

Sama halnya dengan Gubernur Maluku, Gubernur provinsi Maluku Utara yang diwakili oleh Wakil Gubernurnya, Al Yasin Ali dalam pemaparannya juga meminta Keuskupan Amboina dan Umat Katolik untuk mendukung program kerja pemprov Maluku Utara serta mengawal prosesnya.(CN-03)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *