Ambon, cahaya-nusantara.com
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Dumangar Hutauruk dalam konferensi Pers di Kantor BPS Maluku, Senin, 2/9 mengatakan, Impor Maluku bulan Juli 2019 mencapai US$ 23,73 juta atau meningkat sekitar 29,89 persen dibandingkan impor Juni 2019 (US$ 18,27).
Dikatakan, secara kumulatif nilai impor Maluku Januari-Juli 2019 mencapai US$ 142,74 juta atau menurun 51,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018.
Menurutnya selama Januari-Juli 2019 negara asal impor Maluku adalah Singapura, Korea Selatan, dan Malaysia. Impor terbesar berasal dari Singapura dengan nilai US$ 104,52 juta.
Disebutkan, Komoditi yang diimpor berasal dari sektor migas dan non migas. Komponen migas masih menjadi sektor utama impor Maluku yakni mencapai US$ 122,21 juta atau sekitar 85,62 persen.
Jenis komoditi barang non migas yang diimpor selama Januari s.d. Juli 2019 yakni Mesin penyembur uap air atau pasir, mesin jet pelempar semacam itu, radiator, pompa cairan, pompa udara, perangkat pembangkit tenaga listrik dan bagiannya.
Impor pada Januari s.d. Juli 2019 melalui pelabuhan Bongkar : pelabuhan Yos Sudarso, pelabuhan Tulehu, pelabuhan saumlaki, pelabuhan Dobo dan pelabuhan Namlea.(CN-03)

