KabMBD, cahaya-nusantara.com
Menyusul pemberitaan yang simpang siur soal belum dibayarnya gaji guru-guru kontrak di kabupaten MBD tahun 2020, kepada wartawan lewat saluran seluler dari MBD,(29/07) Plt. kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD, Drs. Ferdinand Lewier membantahnya seraya mengatakan pembayaran triwulan pertama telah dilakukan dan triwulan kedua akan menyusul pada awal Agustus mendatang dikarenakan Kondisi pandemi dan beberapa kendala terkait sistim pembayaran.  

Selanjutnya kepada wartawan Lewier mengatakan tenaga kontrak di Kabupaten MBD ada dua jenis yakni kontrak daerah tenaga guru dan kontrak daerah tata laksana atau pegawai.
Dikatakan khusus untuk tenaga guru terdiri dari guru PAUD sebanyak 71 orang, SD sebanyak 254 orang dan untuk SMP sebanyak  402 orang. sehingga totalnya berjumlah 727 org.
Sementara untuk Pegawai/ Tatalaksana terdiri dari PAUD. 14 orang, SD 111 orang; 
SMP. 73 orang; Korwil.  53 orang; DIKBUD 66 orang;  Jumlah, 317 orang Dengan demikian jumlah keseluruhannya  sesuai dengan SK Bupati sebanyak 1.044. orang.

Terkait dengan pembayaran gaji menurut Lewier pihaknya telah membayar untuk triwulan pertama (Januari,Perbuari,Maret) secara tunai dan yang telah menerimanya sebanyak 929 orang bagi mereka yang berada di sekolah dan menjalankan tugas sesuai dengan keterangan para kepala sekolah. Sedangkan sisa yang belum terealisasi sebanyak 115 orang karena sampai saat ini belum berada di sekolah dan belum menjalankan tugasnya sesuai keterangan para kepala sekolah.

Menurutnya bagi mereka yang belum ada di sekolah tidak mungkin dibayar karena harus berada di sekolah dan menjalankan tugasnya, lagi pula harus menyertakan keterangan dari kepala sekolah dan korwil Kecamatan jelas Plt Kadis.

Sememtara itu terkait dengan pembayaran triwulan kedua (April,Mei,Juni) menurut  Plt  Kadis, pembayaran dilakukanl6 dengan cara mentransfer melalui rekening para guru dan pegawai. Untuk itu kepada semua guru kontrak dan para pegawai dimintakan agar memasukan nomor rekening karena Tiakur yang merupakan kota kabupaten berada dalam kondisi zona kuning pada waktu lalu akibat Pandemi Covid 19 sehingga para guru tidak mungkin datang ke Tiakur untuk menerima pembayaran secara tunai.

Menurutnya setelah meminta nomor rekening dari masing-masing guru dan pegawai yang baru masuk ke dinas adalah 297 yang SP2Dnya sudah keluar dan nanti tanggal 1 Agustus baru ditransfer kemudian menyusul dari 298 orang yang barusan masuk dan telah disampaikan pula kepada Keuangan untuk diproses SP2Dnya untuk juga ditransfer. Sehingga jumlah yang sudah diusulkan untuk triwulan 2 yaitu dari bulan April, Mei dan Juni semuanya berjumlah 595 orang yang nantinya direalisasikan pada bulan Agustus 2020 mendatang  mengingat SP2Dnya masuk di bagian keuangan sudah diatas tanggal 20an makanya pihak Bank belum memindahbukukan ke masing-masing rekening.

Dijelaskan masih tersisa 449 orang yang belum diproses untuk pembayarannya sebagai akibat dari belum masuknya rekening para guru tersebut ke pihak dinas pendidikan.sehingga pihaknya masih tetap menunggu. Selain itu mereka juga belum sampai di tempat  tugas. 
Menurutnya ke-449 orang ini belum ke tempat tugas dengan alasan terhalang pandemi Covid 19 dan rekening mereka juga belum mereka masukan. Meskipun demikian menurut Lewier apabila para guru itu telah sampai di tempat tugas dan telah memasukkan noreknya maka pihaknya segera memproses dan melakukan pembayaran gaji mereka.

Menjawab pertanyaan wartawan saat di singgung soal kaitan dengan Politik, Lewier membantah keterlambatan karena terkait Politik seperti yang di beritakan, dan informasi yang menyebutkan pihaknya belum membayar gaji 4 bulan itu juga keliru  karena tahap pertama 3 bln telah dibayar secara manual sementara untuk tahap keduanya 3 bln akan menyusul pada tanggal 1 Agustus bagi yang telah keluar SP2Dnya dan yang sementara  diusulkan SP2Dnya juga akan tetap direalisasikan dalam bulan Agustus mendatang Ujarnya .(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *