ProMaluku, cahaya-nusantara.com
Kepala Taman.Budaya provinsi Maluku, Drs. Semi Toisuta mengatakan di Indonesia orang berkesenian sangat banyak dan yang memperoleh gelar maestro dari pemerintah Republik Indonesia itu juga banyak dan semuanya rata-rata hampir di pulau Jawa dan Sumatera sedangkan Maluku hanya miliki satu maestro yaitu Bing Leiwakabessy.
Demikian antara lain penjelasan Toisuta kepada wartawan di Ambon, Minggu Sore, 19/07/2020.
Dikatakan, pihaknya berharap berbincang dengan Bing Leiwakabessy bisa mendapatkan spiritnya kepada generasi sekarang maupun yang akan datang. “Jadi ada sesuatu yang alih spirit”, ujarnya.
Menurutnya berbicara tentang Bing Leiwakabessy adalah seorang pemusik yang bermain musik hawaian dari usia 20-an tahun di republik ini Bing Leiwakabessy di tahun 50 ia sudah mendapat gelar juara 2 nasional dan kalah hanya dengan George de Fretes. “George de Fretes juara 1 dan Bing Leiwakabessy juara 2” jelas Toisuta
Menurut Toisuta, sejak usia 20 Bing Leiwakabessy terus main musik hingga sekarang dimana usianya saat ini telah mencapai 97 tahun tapi masih terus bermain musik.
Bing Leiwakabessy juga mendapatkan record murry dari museum Indonesia dan dunia sebagai seorang musisi yang bermain musik dan di gelutinya secara profesional terlama dalam masa hidupnya.
Dalam menggeluti kariernya Bing Leiwakabessy telah bermain di istana Negara dan juga telah bermain di Luar Negeri, di Eropa. Dia juga membentuk band hawaiannya. Dengan gabungan anak-anak muda. Dan yang luar biasanya adalah ia memainkan musik Hawaian di Maluku sepanjang hayat hidupnya. “Dan itulah yang kita cari kepada generasi muda kita” ujar Toisuta.
Selanjutnya menurut Toisuta kalau mau menggeluti seni secara sungguh-sungguh haruslah ditekuni dan menjadikannya sebagai profesi yang sungguh-sungguh sebagai suatu pekerjaan dan di era ini pasti akan menghasilkan sesuatu.
Sementara itu di tempat yang sama, pimpinan band hawaian Arumbay, Yan Manuhutu yang tampil pada acara 1 jam bersama maestro Seni Indonesia Bing Leiwakabessy kepada wartawan mengatakan sebagai penerus dirinya berjanji akan berupaya melanjutkan musik hawaian di Ambon khususnya dan di Maluku umumnya seperti apa yang telah dilakukan oleh maestro Bing Leiwakabessy, meskipun diakuinya seorang Bing Lerwakabessy adalah figur yang tak mungkin ditandingi, namun dirinya berjanji selain dirinya yang telah menggeluti musik hawaian dari 2004 ini akan berupaya melatih anak dan cucunya agar mencintai musik hawaian sehingga musik ini tidak boleh hilang dari dunia Maluku.
Kepada wartawan Yan Manuhutu mengatakan dirinya tetap optimis karena saat ini seoarang putranya dan seorang cucunya juga telah mahir dalam memainkan musik hawaian.
Ditanya soal tingkat kesulitan dalam mempelajari musik hawaian, Manuhutu mengatakan sebenarnya tidak terlalu sulit apalagi jika orang telah mahir dalam bermain gitar maka sudah menjadi modal awal untuk cepat menguasai hawaian. Masalahnya adalah minat kaum muda sekarang ini lebih menyukai lagu-lagu Pop dibandingkan dengan musik hawaian, tambahnya. (CN-03)

