Kepala SMA Xaverius Ambon, RD. Pius Titirloloby,, Pr mengatakan, untuk memulai tahun pelajaran 2020/2021 pihaknya telah siap jauh-jauh hari sebelumnya dengan mengacu pada petunjuk dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku dan sebelumnya juga ada jika rapat Koordinasi pihak Sekolah dan Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Amboina terutama menyangkut apa yang dilakukan dengan cara pembelajaran off line dan juga cara pembelajaran online.
Demikian antara lain penegasan pastor Kepala SMAVER kepada wartawan di Ambon, Senin, 10/08/2020.
Dikatakan, sebelumnya telah merupakan kebiasaan di lingkungannya jika mengawali tahun pelajaran baru dilakukan Rapat Kerja(Raker) untuk membahas dan mengantisipasi proses Belajar Mengajar dengan kemungkinan online dan off line dimaksud.
Menurutnya jika kondisi PSBB sebagai akibat dari pandemi covid-19 telah memungkinkan dan diizinkan adanya tatap muka di kelas maka setiap harinya dimulai dari hari Senin ada 1 kelas yang masuk sekolah, misalnya kelas X, kemudian pada hari Selasa kelas XI dan selanjutnya kelas XII. Sesudah itu setiap rombel yang jumlah siswanya 30 orang akan dipecah menjadi dua kelompok yang menempati ruangan yang berbeda, dengan demikian maka jika kelas X IPA memiliki 3 rombel maka dengan sendirinya akan dibagi menjadi 6 rombel. demikian juga kelas XI dan XII baik IPA maupun IPS. Namun karena dalam perjalanan ternyata kota Ambon masih termasuk kategori zona merah sehingga dengan sendirinya PBM masih menggunakan online, sebut pastor Kepsek.
Dengan demikian, lanjut pastor Titirloloby pada saat raker dimana dilakukan penyusunan perangkat pembelajaran telah disiapkan dalam dua bentuk yakni dalam bentuk off line maupun on line atau dalam bentuk jaringan ( daring ) dan juga luar jaringan (luring).
Khusus untuk program daring, kata pastor Pius, pihaknya sejak tahun 2011 lalu telah menggunakan aplikasi Google for education yang di dalamnya ada berbagai hal seperti class room dan lain-lainnya, Dengan kata lain SMAVER sudah siap dengan PBM daringnya.
Meskipun demikian Kepsek mengakui ada beberapa staf pengajarnya yang belum lancar dengan cara PBM daring akan tetapi pihaknya langsung mengantisipasinya dengan melakukan pelatihan sebanyak 2 kali untuk pemantapan tenaga gurunya dalam menggunakan PBM daring.”Syukurlah sampai sekarang semua guru sudah bisa berproses PBM secara online dengan menggunakan aplikasi itu” ujarnya. meskipun ada satu dua guru yang belum mahir sehingga mereka didampingi oleh teman-teman guru yang lain
Disebutkan dalam PBM sendiri pihaknya juga sangat memperhatikan soal kebosanan siswa yang belajar secara on line dari jam 7.00 wit sampai jam 14.00 wit disamping ada pula kesulitan siswa dalam hal memiliki pulsa. Oleh sebab itu sekolah menempuh kebijakan dengan cara membagi jadwal sehingga jam pertama dan kedua menggunakan jadwal normal kemudian dilanjutkan dengan jadwal berjenjang dimana semua kelas IPA atau IPS yang masing-masing terdiri dari 3 rombel atau lebih digabung secara on line dengan demikian tidak perlu waktu khusus lagi bagi guru untuk menerangkan per rombelnya,
Menurutnya dengan cara ini selain ada penghematann waktu sekaligus penghematan pulsa.
Kepada wartawan pastor Kepsek mengatakan pihaknya sementara menghitung anggaran untuk membantu para siswa yang kekurangan pulsa data lagi pula saat ini pihaknya juga sementara melakukan penjajakan kerjasama dengan pihak Telkomsel untuk salah satu program pulsa murah yang khusus pertemuan seperti PBM online dan sebagai.
Menurutnya program ini hanya dikucurkan oleh pihak Telkomsel bagi wilayah kota Ambon.
Ia berharap jika program ini bisa dikucurkan maka akan sangat membantu mengatasi kesulitan penggunaan pulsa yang jika dikalkulasikan secara normal maka perharinya siswa akan menggunakan pulsa diatas 5 GB.(CN-03)

