ProMaluku, cahaya-nusantara.com
Kepala SMA Xaverius Ambon pastor Titus Titirloloby, Pr mengatakan meskipun dilanda pandemi virus Corona sehingga proses belajar mengajar tahun ajaran 2020-2021 dilaksanakan secara daring akan tetapi hasil ujian tengah semester yang dicapai oleh siswa SMA Xaverius rata-rata baik semua kecuali ada mata pelajaran yakni agama yang sedikit mengalami gangguan saat berlangsungnya tes tengah semester sehingga nilai para siswa sedikit berada dibawah.
Demikian antara lain penegasan Pastor kepala sekolah kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat, 23/10/2020.
Dikatakan; dari hasil evaluasi di mana nilai yang ada banyak yang bagus hanya 12 mata pelajaran yang ada kendalanya yakni di kelas 12 yakni mata pelajaran agama yang nilainya kurang bagus namun setelah saling kroscek diketahui penyebabnya adalah ada tugas yang belum dikerjakan tetapi juga pada saat pelaksanaan ulangan harian ada sistim yang dipakai dimana mungkin waktu yang disampaikan terlalu cepat menurut siswa sehingga menjadi sebab nilai siswa tidak bagus. Hal tersebut terjadi karena sistem aplikasi yang digunakan menggunakan batas waktu secara otomatis dimana jika sampai pada batas waktu secara otomatis tidak bisa dilanjutkan lagi sehingga siswa merasa waktunya terlalu cepat.
Menurutnya hal itu juga telah dievaluasi dalam rapat bersama antara pihak sekolah dan orangtua siswa yang mana sejumlah orangtua siswa mengusulkan agar dalam pemberian nilai harap juga mempertimbangkan soal kendala teknis terkait jaringan aplikasi. Hal ini diusulkan terkait jika terjadi kondisi dimana jaringan tidak bagus maka berpengaruh terhadap pemerimaan siswa di rumah.
Disebutkan rata-rata nilai siswa baik dan hal ini ini membuat kepala sekolah dan guru juga merasa senang karena meskipun selama ini belajar melalui daring tapi hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai siswa rata-rata baik.
Selanjutnya Pastor kepala sekolah mengatakan saat rapat evaluasi tidak ada keluhan yang disampaikan orang tua terkait dengan Apakah siswa Selama belajar di rumah lewat daring merasa jenuh atau ada kesulitan teknis lainnya hanya ada satu atau dua orang tua yang menyatakan keluhannya soal jaringan terutama mereka yang berada di luar kota Ambon seperti yang untuk sementara waktu berada di Saumlaki yang menyatakan bahwa di sana sering terjadi gangguan jaringan sehingga mereka memohon pertimbangan pihak sekolah dalam hal ini para guru dalam hal memberikan penilaian.
Kepada wartawan pastor Kepala sekolah mengatakan terkait pembinaan karakter bagi siswa pihaknya berharap agar orangtua siswa dapat memperhatikan siswa karena berbeda dengan siswa berada di sekolah dimana dapat dipantau langsung oleh para guru akan tetapi karena siswa belajar di rumah sehingga selama ini komunikasi untuk mengetahui apakah siswa hadir setiap kali proses belajar melalui jaringan bisa dilakukan akan tetapi lebih dari itu untuk mengetahui karakter siswa secara mendalam tetap terbatas,(CN-01)

