KotaAMBON, cahaya-nusntara.com
Ketua Basudara Maluku Global yang berkediaman di Sydney, Iwan Muskitta mengatakan selama ini telah 6 kali pembagian sembako kepada warga Maluku yang berdomisili di Jabodetabek dimana pembagian sembako itu isinya adalah barang-barang yang disuplay oleh pabrik-pabrik atau distributor besar dimana isinya adalah besar,minyak goreng, sarden dan juga vitamin-vitamin.Oleh sebab itu pihaknya berpikir untuk kenapa tidak dibuka kesempatan untuk bisa mensuplay makanan tradisional seperti sagu.
Menurutnya sangat kebetulan suplay sembako adalah dibawah koordinasi satuan tugas Covid-19 yang telah berpikir dari pada mensuplay sembako dalam hal ini yang dihasilkan oleh pabrik semata alangkah baiknya juga mensuplay hasil dari UMKM.Oleh sebab itu ketika pikiran itu dicetus para pihaknya menyambut baik juga tetapi harus sesuai pula dengan anggaran yang diberikan oleh Satgaz Covid-19.yang sama persis dengan anggaran yang sudah berjalan
Menurutnya pada awalnya ada tantangan dari masyarakat penerima sembako yang mengatakan sudah makan beras atau nasi mengapa harus menggantikan dengan sagu ?.
Meskipun demikian pihaknya ikut memperhitungkan jika sembako hanya berupa beras maka yang diuntungkan hanyalah distributor beras akan tetapi jika membeli sagu maka para pekerja sagu bisa mendapatkan juga penghasilan dari sagu-sagu yang dikerjakan oleh petani. Oleh sebab itu ketika telah dimengerti dan dipahami maka pihaknya menggantikan dengan sagu kemudian tepung sagu, ada minyak kayu putih, ada ikan abon, ada tempe dan tahu dan kripik singkong dimana semuanya itu dibuat oleh masyarakat Maluku baik yang ada di Jabodetabek.maupun yang ada di Maluku. Oleh sebab itu sagu dan abon ikan menjadi tanggungjawab dari Maluku.
Menurut Muskita atas dasar pikiran seperti itu maka pihaknya berbagi tugas dimana ketua komunitas Maluku yang di Ambon, Rory Dompeipen yang telah membantu sejak musibah gempa di Maluku itu bertanggungjawab untuk mengadakan 60.000 sagu lempeng dan sagu porna serta 3000 paket abon ikan cakalang yang memiliki kualitas yang terbaik dari home industri yang ada di Ambon sehingga semua pekerja sagu dan ikan abon bisa mendapatkan berkah dan sukacita.
Demikian penjelasan ketua BMG di Jakarta atas kebijakan mensuplay sagu lempeng dan sagu porna serta à bon ikan cakalang dari Ambon.(CN-01)

