Malteng, cahaya-nusantara.com
Perempuan Keturunan Negeri Waru Kecamatan TNS yang terlahir dari garis keturunan Raja Yafeth Talaksoru menyatakan hasrat hatinya untuk mengabdi dan melayani dengan tujuan menjadikan Negeri Waru Negeri yang semakin berbudaya dari semua aspek.
Demikian yang dikatakan Katrina Talaksoru saat diwawancarai media ini. Masohi 15/05/21.
Selanjutnya, Katrina menguraikan asal mulanya Negeri Waru berada, dikatakan, Negeri Waru adalah salah satu Negeri adat yang dulunya berada di Pulau TNS. Selanjutnya karena beberapa alasan oleh Pemerintah RI, Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemda Malteng akhirnya dievakuasi ke Waipia.
“Ketika membuat komitment bahwa kembali di Tanah leluhur, maka saya merasa bertanggung jawab untuk turut membawa perubahan bagi tanah air,”.ujarnya.
Kehadiran sosok Perempuan yang sehari-harinya disebut ibu Katrina, tak pernah lepas dari yang namanya Perduli, prinsip unggulnya, untuk berbuat kebaikan, walau ada harga yang dibayar akan tetapi itu bukan menjadi penghalang.
Bagi sosok Perempuan ini kerja dan terus menginspirasi kehidupan siapa saja, tetap optimis dan selalu positif thinking dalam kerja sehari hari.
Makanannya adalah tantangan, karena baginya tantangan yang dihadapinya adalah sebuah jalan menuju Pintu Kesuksesan.
Menurut Katrina, membawa perubahan itu baginya adalah bentuk karya inovasi yang besar dan terobosan yang membawa keberuntungan bagi semua orang.
Ketika melihat kehidupan yang memprihatinkan, maka bagi Katrina adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi.
Mengacu pada tujuan dan upaya yang ingin dicapai maka Katrina memiliki mimpi dan bertekad sebagai Agen Of Change dan mendedikasikan waktu, tenaga, daya dan dana agar negeri Waru di Kecamatan Waipia kelak menjadi yang terbaik.
“Merubah suatu kebiasaan bukanlah hal yang mudah”, ungkapnya. Artinya bagi seorang sosok Katrina yang adalah Tokoh inspiratif Indonesia, tetap ingin merubah dengan sebuah ukuran yang dipakai adalah siap melayani.Melayani dengan ungkapan “Aku ada untuk Negeri dan Negeri adalah kerjaku”.
Untuk newujudkan obsedinya, Lima Pilar yang merupakan program Nasional, diangkat menjadi kerja unggul untuk Desa Waru. “lima Pilar membangun Negeri adalah Prioritas pertama yaitu : Sosial, Olah Raga,Lingkungan Hidup, Pendidikan, Budaya dan Wisata” tandasnya.
Ketika semuanya memiliki kebersamaan dan persepsi yang positif maka semangat merubah Negeri akan terwujud, harapnya.
Di sisi lain adanya pandangan keliru dari berbagai pihak bahwa Perempuan itu tidak dapat memimpin, bagi Katrina hal itu adalah keliru, karena anggapan sosok perempuan itu lemah dan tidak mungkin mampu memimpin itu tidaklah benar. “Bagi saya itu Keliru karna terbukti ada banyak perempuan hebat dalam persamaan gender sudah terbukti” tandasnya.
Selanjutnya Katrina menegaskan dengan ditetapkan pula Planet 50-50, artinya dalam kepiawan Pimpinan seorang Perempuan harus dipersiapkan untuk merubah Negeri ini.
Bagi seorang Katrina, Tidak lagi hanya bicara tetapi sebuah Action yang nyata yang akan dilakukan dalam wujud Kerja Nyata.
Katrina adalah Titisan darah garis biru, dari seorang Keturunan Raja, yang Kakek kandungnya adalah Raja Waru dengan gelar Orang Kaya, adalah Calon Tunggal Keturunan Yafeth Talaksoru garis lurus, yang dilengkapi data dari Upu keturunan Kepala Kampung dari Negeri Waru Pulau Serua Garis Lurus.
Bagi Sosok Katrina, menyatakan kebenaran itu penting. Ungkapan bijak Ibu Katrina :
“Orang Baik sangat banyak, tetapi Orang Benar itu sedikit. Jadi mari kita bercermin pada konsep para Leluhur kita. bahwa :Anak adat yang tinggal di Negeri Adat tau akan Adat dan melakukannya Dia disebut Beradap.Tetapi Anak Adat yang tinggal di Negeri adat yang tidak menghargai Adat maka dia Biadap.” ungkapnya.
Katrina berharap. ke depan selain menjadikan Negeri Waru semakin Berbudaya, akan terfokus pada tingkat ekonomi masyarakat yang membawa perubahan ekonomi warga, dengan fokus pada pembinaan ekonomi mikro di Waru yaitu UKM dan UMKM.(CN-01)

