ARU, cahaya-nusantara.com
Salah satu faktor keberhasilan suatu pembangunan, baik pembangunan fisik maupun non fisik adalah kualitas Sumber Daya Manusia, karena kualitas sumberdaya manusia merupakan obyek dan subyek dalam suatu proses pembangunan. Dewasa ini upaya upaya pembinaan terhadap kualitas sumber daya manusia telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun oleh pihak pemangku kepentingan, salah satunya melalui pendidikan
Demikian antara lain penegasan Bunda Literasi PROVINSI MALUKU, NY. WIDYA PRATIWI MURAD dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu, 27 Juli 2022.
Dukatakan, hal yang sangat mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan mulai dari pendidikan informal, nonformal dan formal adalah kemampuan membaca, menulis dan berhitung (reading, writing, arithmatick) atau lebih dikenal dengan calistung. Pada tataran teknisnya dalam penerapan calistung tersebut adalah kemampuan membaca.
kemampuan membaca bukan kemampuan bawaan sejak lahir, melainkan merupakan suatu keterampilan yang harus dipupuk dan dibina serta dikembangkan mulai dari pembinaan minat, kegemaran, kebiasaan, sehingga membaca merupakan suatu kebudayaan yang dapat menciptakan masyarakat pembelajar (learning society) dan akhirnya dapat meningkatkan Nilai Tingkat Kegemaran membaca kita dan mencapai target nasional pada tahun 2023 yaitu 63,3.
Menurutnya, Ada 2 (dua) hal penting yang perlu menjadi perhatian kita bersama dalam Nilai tingkat kegemaran membaca yaitu sejauh mana minat baca kita dan juga ketersediaan buku atau sumber informasi lainnya. Dengan demikian yang menjadi arah gerak kita kedepan untuk mencapai target Nilai Tingkat Kegemaran tersebut adalah menumbuhkembangkan minat baca masyarakat yang dimulai dari keluarga, sekolah, komunitas maupun dalam lingkungan sosial kemasyarakatan. Perpustakaan adalah menjadi sangat penting. Karena sekarang ini adalah Perpustakaan yang memiliki peranan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat, melalui penguatan budaya literasi guna mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif, dan berkarakter, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024.
Selanjutnya Bunda Literasi Provinsi Maluku mengatakan, dalam mendukung upaya tersebut kita membutuhkan para public figure untuk bersama-sama dengan saya Bunda Literasi Provinsi Maluku untuk mengkampanyekan, menggelorakan semangat gemar membaca maupun budaya literasi. Saya bersyukur dan berterima kasih atas satu prestasi besar yang dibuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dimana dikukuhkannya Ibu Cherly Oesia Gonga sebagai Bunda Literasi Kabupaten Kepulauan Aru Masa Bakhti 2022 – 2025.
Saya percaya Bunda Cherly Oesia Gonga dapat menjadi role model atau tokoh penggerak Pembudayaan Kegemaran Membaca dan Literasi; yang bersama Pemerintah Kabupaten, Stakeholder dan elemen masyarakat dapat menumbuhkembangkan minat baca masyarakat, mendorong peningkatan kunjungan dan akses jasa informasi di perpustakaan, baik di Perpustakaan Daerah, Sekolah, Desa sampai pada taman baca maupun rumah pintar yang ada di Kabupaten Kepulauan Aru. Kiranya kegiatan Pengukuhan Bunda Literasi saat ini tidak sebatas sampai pada
Adapun selain Pengukuhan Bunda Literasi, hari yang sama juga dilajsanakan kegiatan sosialisasi gemar membaca dengan melibatkan 75 peserta dari siswa sekolah menengah atas di kabupaten Kepulauan Aru.(CN-03)

