September Mendatang 4 Filem Dokumenter Garapan BPNB Maluku Tayang di Indonesional TV. AMBON,Cahayanusantara.com Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku, Drs. Rusly Manorek mengakui dari sisi anggaran BPNB Maluku tahun ini memiliki anggaran yang tidak sebesar tahun sebelumnya. Kondisi ini disebabkan karena kemungkinan dampak dari merebaknya Pandemi Covid-19 yang menyedot banyak dana. Demikian antara lain penegasan Manorek kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 26/7/2022. Dikatakan, meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran namun hingga Juli 2022 pihaknya telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan. “Jadi kegiatan yang sudah kami laksanakan biasanya tim kami sudah melaksanakan kajian tentang OPK (Objek Pemajuan Kebudayaan) di Maluku dan Maluku Utara, kemudian juga konten-konten filem dokumemter yang sudah dilaksanakan bahkan sekarang dalam proses”ujarnya seraya menambahkan sebanyak 4 buah filem Dokumenter sedang digarap untuk nantinya bakal ditayangkan di Indonesional TY pada akhir September mendatang. Menurut Kepala Balai yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir September ini bahwasanya kegiatan perfileman ini merupakan program dari Direktur Perfileman, Musik dan Media yang juga dikelola oleh BPNB yang sementara berjalan saat ini karena diproduksi oleh produsen house. “Mudah-mudahan filem itu akan segera selesai dan ditayangkan dan bisa dilihat oleh masyarakat karena filem itu ditujukan pada anak-anak dan juga orang dewasa” sebut Kepala Balai. Selain itu Manorek juga menjelaskan jika pihaknya juga telah melakukan pencatatan tentang Warisan Budaya Tak Benda sebagai bagian untuk perlindungan kebudayaan. Bahkan yang tidak kalah pentingnya juga pada bulan Juni lalu pihaknya juga telah mensukseskan pelaksanaan kegiatan jalur rempah dengan titik Banda dengan kapal Dewaruci dengan laskar-laskar rempah. Manorek berharap dengan adanya pelaksanaan kegiatan Jalur rempah ini semoga tahun 2024 mendatang bisa masuk ke UNESCO.(CN-01)

ByEditor

Jul 26, 2022

AMBON, cahaya-nusantara.com

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku, Drs. Rusly Manorek mengakui dari sisi anggaran BPNB Maluku tahun ini memiliki anggaran yang tidak sebesar tahun sebelumnya. Kondisi ini disebabkan karena kemungkinan dampak dari merebaknya Pandemi Covid-19 yang menyedot banyak dana.

Demikian antara lain penegasan Manorek kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 26/7/2022.

Dikatakan, meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran namun hingga Juli 2022 pihaknya telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan. “Jadi kegiatan yang sudah kami laksanakan biasanya tim kami sudah melaksanakan kajian tentang OPK (Objek Pemajuan Kebudayaan) di Maluku dan Maluku Utara, kemudian juga  konten-konten filem dokumemter yang sudah dilaksanakan bahkan sekarang dalam proses”ujarnya seraya menambahkan sebanyak 4 buah filem Dokumenter sedang digarap untuk nantinya bakal ditayangkan di Indonesional TY pada akhir September mendatang.

Menurut Kepala Balai yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir September ini bahwasanya kegiatan perfileman ini merupakan program dari Direktur Perfileman, Musik dan Media yang juga dikelola oleh BPNB yang sementara berjalan saat ini karena diproduksi oleh  produsen house. “Mudah-mudahan filem itu akan segera selesai dan ditayangkan dan bisa dilihat oleh masyarakat karena filem itu ditujukan pada anak-anak dan juga orang dewasa” sebut Kepala Balai.

Selain itu Manorek juga menjelaskan jika pihaknya juga telah melakukan pencatatan tentang Warisan Budaya Tak Benda sebagai bagian untuk perlindungan kebudayaan. Bahkan yang tidak kalah pentingnya juga pada bulan Juni lalu pihaknya juga telah mensukseskan pelaksanaan kegiatan jalur rempah dengan titik Banda dengan kapal  Dewaruci dengan laskar-laskar rempah.

Manorek berharap dengan adanya pelaksanaan kegiatan Jalur rempah ini semoga tahun 2024 mendatang bisa masuk ke UNESCO.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *