MBD-Pulau Lakor, cahaya-nusantara.com

Dalam rangka mencegah berita-berita hoaks pada pemilu 2024 mendatang, Panwaslu Pulau Lakor lakukan cara dengan mengajak pegiat-pegiat media sosial untuk menciptakan demokrasi yang menyejukkan.Hal ini disampaikan Gabriel Tannewa selaku Kordiv Sumber Daya Manuasia dan Organisasi (SDMO) di sekretariat Panwaslu Kecamatan Pulau Lakor beralamat di dusun werwawan, Sabtu. 4/2/2023.

Berpedoman Kepada Peraturan Bawaslu Pengawas Pemilihan Umum Nomor: 4 Tahun 2022 Tentang Perubahan  Ketiga atas Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor: 19 TAHUN Tahun 2017 Tentang Pembentukan, Pemberhentian dan Pergantian Antar Waktu Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, Badan Pengawas Pemilihan Kabupaten/Kota, Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa, Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara.

Tannewa, Mengatakan dari Penggumuman Pendaftaran, seleksi Administrasi sampai pada Seleksi Wawancara dan hasil Kelulusan calon Panitia Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) secara Terbuka, Transparan dan Tidak ada Intervensi dari Pihak manapun.

Panwaslu Kecamatan Pulau Lakor memberikan kesempatan kepada masyarakat pulau lakor untuk memberikan Tanggapan dan Masukan terkait dengan Pembentukan Pengawas Kelurahan Desa (PKD) Mulai dari tanggal 28 Januari sampai dengan tanggal 05 Februari 2023, setiap jam kerja.

lanjut Tannewa, untuk itu kami Panwaslu Kecamatan Pulau Lakor melakukan Klarifikasi terhadap Postingan di media sosial (Facebook) atas nama  saudara Cak Aitiameru yang seakan-akan menuduh/menyerang kami yang di dalamnya ada indikasi (KKN) kami menyampaikan bahwa itu berita yang tidak benar, karena semua tahapan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk menjadi volunteer anti hoaks terhadap segala macam berita-berita bohong yang nantinya akan muncul ditengah-tengah penyelenggaraan pemilu 2024 dengan cara turut andil dalam membuat suasana kondusif dan produktif di ruang-ruang media sosial”.

Tannewa menilai, serangan hoaks yang dibuat oleh penyebar hoaks di tengah-tengah tahapan pemilu berjalan, akan mengganggu kelancaran atau suksesnya penyelenggaraan pesta demokrasi di Kecamatan Pulau Lakor.

“Harapan Tannewa, dengan ikhtiar yang di gaungkan oleh Panwaslu Kecamatan Pulau Lakor, ruang-ruang media sosial diisi dengan konten yang sehat dan informasi-informasi pemilu yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan” 

“Apabila ada yang menyebarkan berita hoaks di facebook atau jejaring media sosial lainnya, ya kita ikut komentar dengan menyandingkan data dan fakta yang sebenarnya atas informasi hoaks tersebut. Agar informasi bohong tersebut hilang atau kalah” tegas Tannewa. (CN-10)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *