AMBON, cahaya-nusantara.com
Humas Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI melalui Rilis, Rabu, 13/12/2023 merilis tentang Respons Dirjen Bimas Katolik Saat Lihat Bangunan Gedung Seminari Mangkrak
Disebutkan, Sebuah bangunan tiga lantai nampak berdiri kokoh di samping kompleks Seminari Tinggi St. Fransiskus Ambon. Nampak bangunan yang belum selesai proses pengerjaannya dengan tumpukan material yang lama tak terurus.
Pemandangan ini mencuri perhatian Dirjen Bimas Katolik Suparman yang saat itu tengah berada di Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) St. Yohanes Penginjil Ambon dalam rangka Wisuda Sarjana Strata 1 Pendidikan Keagamaan Katolik.
Informasi yang diterima Dirjen dari Romo Ignatius, seorang Imam yang keseharian membina para frater di Seminari St. Fransiskus, bahwa bangunan tiga lantai yang mangkrak ini adalah bangunan yang akan diperuntukkan untuk aula, ruang kuliah, perpustakaan seminari, dan tempat bina lanjut para imam Keuskupan Amboina.
Romo Ignas bercerita, pada 2017 Uskup Amboina Mgr. P.C. Mandagi mengusulkan pembangunan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Maluku, dalam hal ini kepada Gubernur pada masa itu. Permohonan tersebut disetujui dan mengikuti tahap-tahap sebagaimana ketentuan yang berlaku. Lokasi pembangunannya bertempat di kompleks Sekolah Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius, Poka-Rumah Tiga, Ambon.
Setelah melewati proses tender dan diawasi oleh PUPR Provinsi Maluku, dilakukan proses pengerjaan sekitar Juli 2018 dan selesai pada awal 2019 dengan anggaran tahap 1 sebesar Rp2,5 miliar. Memasuki tahun 2020 hingga 2021, pembangunan tidak berlanjut.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Keuskupan kepada Pemerintah Provinsi Maluku, namun dana bantuan belum turun. Dan akhirnya hingga Desember 2023, bangunan tersebut tak terurus dan mangkrak tak terselesaikan.
Respons atas kondisi ini, Dirjen Bimas Katolik langsung bergerak cepat mendatangi instansi terkait di lingkungan Provinsi Maluku.
Instansi pertama yang didatangi Dirjen adalah Dinas PUPR. Dirjen mendatangi Kepala Dinas PUPR dan menyampaikan harapan agar gedung seminari yang mangkrak dapat berlanjut proses pembangunannya. Kepala Dinas PUPR menyambut baik permintaan Dirjen Bimas Katolik.
Dari Dinas PUPR, Dirjen bergerak menuju Kantor Gubernur Provinsi Maluku. Di sana Dirjen menjumpai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Maluku. Dirjen menyampaikan harapan yang sama dan direspons positif oleh Kepala BAPPEDA dengan harapan 2024 atau 2025 bangunan mangkrak tersebut dapat terselesaikan. Dirjen ingin bergerak bersama agar masalah gedung mangkrak segera mendapat solusi.
Dirjen juga menjumpai Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Maluku (TGUPP). Kepadanya Dirjen meminta agar Pemerintah Provinsi Maluku dapat merespons gedung seminari yang mangkrak. Besar harapan agar ada solusi bersama untuk mengatasi hal ini.
Terakhir Dirjen menelpon ketua DPRD Provinsi Maluku agar segera menindak lanjuti harapan umat untuk penyelesaian gedung mangkrak. Langkah tegas dan cepat ini penting dilakukan karena menurut Suparman, bangunan gereja mangkrak tersebut sangat menganggu pemandangan di sekitar gereja. Lebih dari itu bangunan mangkrak ini menjadi bahan pertanyaan umat, sejauh mana pemerintah merespons kebutuhan umat.
“Ini bagian dari pelayanan bagi masyarakat Katolik. Saya ingin memastikan umat Katolik terlayani kebutuhan dengan baik,” ujar Dirjen yang baru saja dilantik 4 Desember 2023 lalu.
“Saya berharap ada kerja sama dan kolaborasi semua lini agar 2024 atau 2025 gedung seminari yang mangkrak tersebut dapat terselesaikan dengan baik,” tutupnya.(CN-05)

