AMBON, cahaya-nusantara.com
Melaksanakan wisuda perdana Paska dilantik oleh Menteri Pendidikan,Kebudayaan Riset dan Teknologi RI menjadi Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, tanggal 29 November 2023 untuk periode 2023 s.d 2027, Prof. Fredy Leiwakabessy, M.Pd melantik dan melepas 1.547 wisudawan yang terdiri dari 3 jenjang dan 2 profesi, masing masing: Jenjang Strata Satu (S1) 1072 orang , Strata 2 (S2/Magister) 84 orang dan Strata 3 (S3/Doktor) 4 orang dan profesi dokter serta profesi pendidikan 387 orang di Audiotorum Unpatti Senin 18/12/2022
Rektor dalam sambutannya antara lain mengatakan, untuk mengembangkan Universitas Pattimura (Unpatti) lebih unggul bersinar menuju work class university maka pihaknya belum banyak yang bisa dilakukan tetapi melalui kesempatan ini pihaknya memohon tekad semua komponen bersama untuk membangun Unpatti menjadi lebih baik ke depan dalam upaya untuk menghasilkan pemimpin pemimpin masa depan yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki skill keterampilan, karakter yang berbasis pada peningkatan potensi wilayah kepulauan baik di bidang perikanan, bidang pertanian maupun teknologi transportasi sehingga Unpatti bisa menunjukkan kualitas sebagai universitas yang unggul, bersih, sinergi dan berkarakter menuju work class university.
Terkait dengan itu, Prof. Leiwakabessy mengatakanada 4 hal pokok yang akan dikembangkan bersama yaitu pertama, bagaimana meningkatkan keunggulan dan daya saing.
Yang kedua bagaimana meningkatkan reputasi di ajang Internasional.
Ketiga peningkatan kesejahteraan yang ditandai dengan bagaimana bisa bekerja bersama dengan pemerintah baik pemerintah dari aras yang paling kecil: pemerintah desa, kelurahan kelurahan, kecamatan, kabupaten kota Provinsi ,sampai pemerintah pusat dan,
Keempat, mencoba dan berusaha untuk melakukan tata kelola yang berbasis pada manajemen akademik, non akademik, pengelolaan aset, dan upaya untuk peningkatan pendapatan melalui unit-unit usaha yang berbasis pada unit usaha akademik maupun non akademik, yang dengannya akan bisa menambah income yang berasal dari bukan saja UKP tetapi income universitas yang bersumber dari non akademik dan akademik yang merupakan unit unit usaha BLU yang akan ditingkatkan agar pada 2025 nanti bisa berupaya maksimal untuk masuk pada revitalisasi PTN BLU menjadi baru menjadi PTN BH yang merupakan sebuah kebijakan pemerintah mendorong Unpatti di samping 15 PTN BLU baru lainnya untuk bisa transformasi akselerasi kepada PTN BLU di tahun 2025.
Menurut Rektor, hal ini tentu tidak ringan tetapi semua pihak akan bertekad untuk melakukan dengan sinergi pengembangan perguruan tinggi yang berkolaborasi terhadap 5 komponen besar pengembangan perguruan tinggi di mana yang pertama sebagai akademisi diharuskan memiliki konsep konsep Tri Dharma perguruan tinggi yang brilian yang bisa membawa universitas ini lebih maju ke depan.
kedua, dengan konsep-konsep pengembangan akademik akan memperoleh bagaimana membangun daerah ini dengan kerjasama dengan pemerintah maupun swasta dan ini akan digalakkan untuk pencapaian sustainable development goals (SDGs) yang juga merupakan salah satu sasaran keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan agar terjadi penurunan angka kemiskinan di daerah ini.
Ketiga bagaimana perguruan tinggi bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri dan kemudian dengan komunitas-komunitas yang ada.
Keempat keterlibatan komunitas baik LSM, baik komunitas-komunitas pengembangan yang lain, baik di lingkungan setiap daerah bisa kita kembangkan untuk kolaborasi pentahelix pendidikan tinggi.
Kelima, bagaimana keterlibatan media untuk mempromosikan seluruh kerja-kerja yang telah dilakukan karena banyak hal yang telah dilakukan selama ini tetapi belum diekspos belum di submit melalui aplikasi aplikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, oleh kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi, oleh dirjen pendidikan tinggi sehingga banyak sekali kerja kerja yang telah dilakukan tetapi hal ini tidak bisa dipublikasikan dengan baik dan belum di submit pada aplikasi aplikasi yang ada sehingga penilaian terhadap kinerja yang telah dilakukan selama ini belum maksimal.
Sementara itu nampak di antara para undangan yang hadir terlihat juga 2 mantan Rektor Unpatti, Prof. M.J. Saptenno dan juga Prof. Mus Huliselan selaku sesepuh universitas Pattimura Ambon (CN-05)

