AMBON, cahaya-nusantara.com
Sistem
pelaksanaan penilaian akhir sumatif kelas IX di SMP Negeri 7 Ambon
telah berlangsung dengan sukses tanpa kendala yang signifikan. Dari
tanggal 22 hingga 25 April, sebanyak 223 peserta mengikuti ujian tulis
untuk tujuh mata pelajaran inti, yang meliputi Bahasa Indonesia,
Pendidikan Agama, Matematika, PKN, Bahasa Inggris, IPS, dan IPA.
“Nah
jadi sistem penilaian sumatif akhir itu ada dua tahap yang dilakukan
tahap yang pertama itu adalah penilaian sumatif dalam bentuk praktek
yang sudah berlangsung dari tanggal 16 sampai dengan tanggal 18 itu ada
tiga mata pelajaran yang diuji pada saat itu yaitu mata pelajaran
pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan mata pelajaran seni budaya dan
mata pelajaran prakarya, dan tahap yang kedua adalah ujian tulis yang
sementara berlangsung dari tanggal 22 kemarin itu sampai dengan hari
ini,” ujar Kepala sekolah.
Hal ini di sampaikan kepala sekolah
SMP negeri 7 Ambon Hasan Tuahuns,S.Pd kepada wartawan di ruang kantornya
pada Rabu, 24/4/2024.
Kepala Sekolah, menyatakan bahwa selama
tiga hari ujian, proses berjalan lancar meskipun ada beberapa siswa yang
absen pada hari ketiga karena mengikuti perlombaan maraton pada
Universitas Pattimura Namun, mereka diberi kesempatan untuk mengikuti
ujian susulan kebumen agar hak mereka tidak terabaikan.
Metode
penilaian yang digunakan adalah manual pensil dan kertas dengan soal
yang dirancang sesuai dengan pedoman MK3S, mencakup pilihan ganda, soal
kompleks, menjodohkan, dan uraian. Tujuan utamanya adalah untuk menguji
pemahaman materi yang telah dipelajari selama tiga tahun terakhir.
”
Nah materi yang diangkat dari kelas 7 kelas 8 dan kelas 9 ini seperti
kita mau mengulang menguji kembali anak-anak itu apakah punya kemampuan
masih mengingat materi materi yang pernah dipelajari di kelas 7 ,kelas 8
dan kelas 9 ,” ujar kepsek
Selain itu, pengawasan dan
monitoring dilakukan oleh petugas dari Dinas Pendidikan dan Kandepag
untuk mata pelajaran Agama , kemudian dari dinas setiap hari ada
pengawasan sementara pengawasan yang dilakukan secara internal oleh
guru guru sekolah dengan sistem silang mata pelajaran. Hal ini bertujuan
untuk memastikan proses ujian berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
“Pengawasan
kali ini agak sedikit berbeda dengan yang dulu pengawal kali ini kan
dikembalikan kesatuan pendidikan dengan sistem silang mata pelajaran
dulu itu silang sekolah artinya guru SMP 7 boleh mengawasi SMP 15 guru
SMP 15 boleh mengawasi SMP 7 tetapi kali ini kita rubah dikembalikan
kesatuan pendidikan dengan catatan pengawasannya oleh internal sekolah
guru guru di sekolah ,silang mata pelajaran dengan catatan kalau
misalnya ujian bahasa Indonesia jangan guru bahasa Indonesia yang
mengawas guru mata pelajaran lain yang mengawasi itulah yang disebut
silang mata pelajaran,” ujar kepsek
Seraya menambahkan satu Rombel itu 20 peserta .
“Jadi
walaupun kegiatan di setting oleh sekolah tetapi perlakuan itu yang
kita buat seperti ujian-ujian nasional ada berita acaranya ada daftar
hadirnya semua kita buat walaupun itu adalah internal sekolah tapi
perlakuan itu yang seperti ujian Nasional supaya lebih bermakna,” ungkap
kepsek .
Kepala Sekolah juga mengungkapkan bahwa persiapan untuk
masuk ke SMU dan SMK telah dimulai, meskipun belum ada petunjuk teknis
yang konkret. Namun, sistem PPDB kali ini akan dilakukan secara online,
memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mendaftar sendiri dengan
memanfaatkan sistem zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua, dan
prestasi.
Kepala sekolah berharap yang pertama agar 223 peserta ujian tetap sehat untuk mengikuti ujian sampai hari terakhir.
Harapan
yang kedua 223 peserta ujian memperoleh hasil yang memuaskan, sehingga
mereka mampu untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi .
“Hasil
yang memuaskan itu dalam pengertian bahwa memberikan kepuasan untuk
anak secara pribadi memberikan kepuasan kepada orang tua dan memberikan
kepuasan kepada satuan pendidikan,” ungkap Kepala sekolah.
Diharapkan
bahwa pendekatan ini akan memberikan pengalaman yang lebih mandiri bagi
siswa dalam mengelola proses pendidikan mereka sendiri, dengan dukungan
dari sekolah jika mengalami kendala.(CN-02)

