AMBON, cahaya-nusantara.com

Kodam XV Pattimura kembali membuat warga OSM resah meskipun sudah ada putusan pengadilan yang telah inkracht terkait lahan pemukiman mereka. Tindakan terbaru yang dilakukan Kodam ini menambah keresahan warga.

Pada Kamis (27/6/2024), dua orang Perwira Menengah (Pamen) dari Kodam XV Pattimura berpangkat Mayor, salah satunya Komandan Kompleks (Danplek) OSM, mengunjungi pemukiman warga sambil mengambil gambar. Kehadiran mereka membuat masyarakat resah.

Mayor Pandenga, Danplek OSM, saat dihubungi via WhatsApp membenarkan kunjungannya bersama seorang mayor lainnya. Ketika ditanya tentang tujuan kunjungan tersebut, yang membuat warga resah, Mayor Pandenga malah mempertanyakan balik maksud pertanyaan dari media.

“Saya hanya menjalankan perintah pimpinan. Kenapa warga resah? Tadi saya tidak ada masalah, semua baik-baik saja. Saya tidak mengganggu orang lain. Apakah di asrama ini tentara tidak boleh jalan? Saya ini sebagai Danplek. Berita apa yang mau anda buat?” ujarnya dalam percakapan WhatsApp.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut terkait perintah dari siapa, Mayor Pandenga langsung memblokir nomor media, hingga berita ini diterbitkan, hanya ada satu centang pada pesan yang dikirim.

Sementara itu, Koordinator warga OSM, Stella Reawaruw, menyatakan bahwa kehadiran Danplek membuat warga OSM merasa resah. Menurutnya, saat hendak makan siang, beberapa warga melaporkan bahwa ada tentara yang datang dan mengambil foto di kediaman mereka.

“Saya melihat mereka turun di RT 4 dan 5, lalu mengambil foto, dan turun ke RT sebelah. Masyarakat pun bertanya-tanya apa yang terjadi. Mereka sudah trauma jika tentara datang,” ungkap Stella.

Stella mengakui, tindakan Kodam tersebut menunjukkan ketidakpatuhan terhadap putusan pengadilan yang sudah inkracht. “Kodam melanggar putusan 5442. Sudah 10 tahun, kok ganggu lagi? Mereka tidak punya hak di situ,” tegasnya.

Ia meminta pihak Kodam XV Pattimura untuk menghentikan tindakan yang selalu membuat masyarakat resah, karena Kodam tidak memiliki hak atas lahan OSM.

“Kalau mereka punya hak, dari awal pasti sudah tandang. Kalau mereka sudah menang, tapi ini kan tidak ada,” tutup Stella.(CN-02)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *