AMBON, cahaya-nusantara.com

Festival Musik Daerah Maluku 2024 berlangsung sangat meriah, Rabu,(11/12/2024) di Gedung Baileo Oikumene Ambon. Dengan tema “Pesona Alunan Musik Daerah Maluku: Harmoni Tradisi, Warisan Nusantara”, acara ini menjadi momen penting untuk merayakan kekayaan budaya dan musik tradisional Maluku.

Acara ini diikuti oleh 15 sanggar seni dari Kota Ambon, yang menampilkan beragam alat musik tradisional seperti ukulele, trompet, tifa, hingga tahuri. Festival ini diselenggarakan oleh UPTD Museum Siwalima Maluku dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk kepala UPTD museum Siwalima,Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang diwakili oleh Kabid Kebudayaan, Wilco G. Hukom, S.STP., M.Si, yang juga membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Wilco G. Hukom menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan festival ini. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperkenalkan keindahan musik daerah Maluku, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya nenek moyang kita,” ujarnya.

Ajang Edukasi dan Pelestarian Budaya

Festival ini bertujuan untuk:
Mengedukasi dan menginspirasi generasi muda agar mencintai musik tradisional.
Mengangkat kekayaan budaya lokal dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya.

Kepala Tata usaha(KTU) Museum Siwalima, Mevi Mailoa, menjelaskan bahwa festival ini memberikan ruang bagi anak-anak Maluku, khususnya sanggar sanggar di Kota Ambon, untuk mengembangkan talenta mereka dalam bermusik.

“Kami percaya tampilan mereka dalam festival ini akan meningkatkan rasa percaya diri dan menampilkan yang terbaik, tidak hanya untuk mereka pribadi, tetapi juga untuk Maluku secara keseluruhan,” ungkapnya.

Partisipasi Sanggar Seni
Festival ini diramaikan oleh penampilan dari berbagai sanggar dan grup musik, termasuk:

Sanggar Boyratan,
Hawaian Band Bintanggor,
Group The Sagoes,
Madrasah Ibtidaiyah Swasta AT-Thohiriyah,
Sanggar SMP Negeri 11 Ambon,
Group Ukulele The Stars,
Teluk Ambon Hawaian Band,
Paleti Jukulele Batu Gajah,
Sanggar Kabaresi,
Sanggar Pemuda Waihaong,
Sanggar Tirzina Batu Merah,
Sanggar Garuda Brass,
Sanggar Hermon Rhythms,
Ansambel Musik Benteng,
Sanggar Zabeth Kids Jukulele.

Membangun Identitas Budaya
Dalam

Selanjutnya Wilco G. Hukom juga menegaskan pentingnya musik daerah sebagai salah satu pilar pembangunan karakter bangsa.

“Festival ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai musik daerah Maluku agar tetap relevan di tengah kemajuan zaman,” tegasnya.

Ia juga berharap festival ini dapat mempererat hubungan masyarakat, meningkatkan apresiasi terhadap keragaman budaya, serta memperkenalkan potensi budaya Maluku kepada dunia.

Akhir Kata
Festival Musik Daerah Maluku 2024 bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga sebuah langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya. Semoga kegiatan ini terus berlanjut di masa depan dan semakin memperkuat identitas budaya Maluku di kancah nasional maupun internasional.(CN02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *