AMBON, cahaya-nusantara.com

Walikota dan Wakil Walikota Ambon terpilih, Bodewin.M Wattimena dan Ely Toisuta, berkomitmen menjalankan 17 program prioritas selama masa kepemimpinan mereka di periode 2025-2030. Setelah resmi dilantik pada 20 Februari 2025, berbagai program yang telah disusun akan mulai direalisasikan demi kemajuan kota Ambon.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ambon. Setidaknya pada tahun pertama implementasi RPJM 2025, sebagian besar dari 17 program prioritas ini sudah dianggarkan dan siap dilaksanakan,” ujar Bodewin usai mengikuti Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih di Hotel Santika Premier, Kamis (6/2/2025) malam.

Sebagai mantan Penjabat Walikota Ambon selama dua periode, Bodewin menegaskan bahwa seluruh program prioritas akan dijalankan secara bertahap hingga tuntas dalam lima tahun ke depan. Salah satu fokus utama adalah permasalahan sampah, yang menjadi tantangan besar bagi kota Ambon. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan segera mengadakan 10 unit mobil sampah guna memperkuat armada kebersihan kota.

“Sebagai contoh, untuk menyelesaikan masalah sampah, kami akan menambah 10 unit mobil sampah tahun ini. Selain itu, di sektor ekonomi kreatif, akan ada empat titik yang kami siapkan untuk pengembangan ekosistem kreatif. Infrastruktur jalan juga menjadi perhatian, dengan beberapa ruas jalan yang akan diaspal. Sementara untuk mengatasi kemacetan, kami sudah mulai berkoordinasi dengan gubernur terpilih, balai jalan, dan instansi terkait,” jelasnya.

Selain itu, sektor pendidikan dan kesehatan turut menjadi prioritas utama. Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Bodewin-Ely akan memastikan peningkatan kualitas layanan di kedua sektor tersebut, yang akan diakomodasi dalam APBD 2025 sebagai langkah awal realisasi visi-misi mereka.

Menanggapi isu 100 hari kerja, Bodewin menegaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan target spesifik dalam rentang waktu tersebut. Sebab, 17 program prioritas yang telah dirancang merupakan agenda jangka panjang yang akan dijalankan secara berkelanjutan selama lima tahun kepemimpinan mereka.

“Kami tidak fokus pada target 100 hari kerja, karena prinsipnya, 17 program prioritas ini adalah bagian dari visi-misi lima tahun. Beberapa di antaranya bahkan sudah berjalan, seperti program ‘Walikota Jumpa Rakyat’. Begitu juga dengan insentif bagi tokoh agama, marbot, serta penjaga wihara dan pura, yang sudah dianggarkan tahun ini dan akan segera direalisasikan,” paparnya.

Mengenai kemungkinan adanya perombakan birokrasi, Bodewin menegaskan bahwa hal tersebut akan dikaji lebih lanjut. Transformasi birokrasi menjadi bagian dari 17 program prioritas, dengan tujuan menciptakan sistem pemerintahan yang profesional, transparan, dan bebas dari korupsi.

“Birokrasi yang andal dan profesional adalah kunci keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, kami akan memastikan bahwa seluruh aparatur pemerintah bekerja secara optimal demi kepentingan masyarakat Ambon,” pungkasnya.

Dengan kesiapan menjalankan program-program unggulan ini, Bodewin M. Wattimena dan Ely Toisuta optimis dapat membawa perubahan signifikan bagi kota Ambon dalam lima tahun ke depan.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *