
AMBON, cahaya-nusantara.com
Wali Kota Ambon, Drs.Bodewin M. Wattimena,M.Si bersama Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta,S.Sos menyampaikan pidato perdana dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon pada Selasa (4/3/2025) pukul 15.00 WIT di Gedung Rakyat Kota Ambon. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, unsur Forkopimda, anggota DPRD,Staf Ahli Pemkot,OPD tokoh agama, akademisi, pengusaha, serta masyarakat umum.
Dalam pidatonya, Bodewin menegaskan bahwa kepemimpinannya bersama Ely Toisutta merupakan hasil dari proses demokrasi yang telah berjalan dengan aman dan damai. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada KPU, Bawaslu, aparat keamanan, tokoh politik, serta seluruh masyarakat Kota Ambon yang telah berpartisipasi dalam Pemilukada.
“Kini setelah kontestasi selesai, saatnya kita bergandengan tangan untuk membangun Ambon yang lebih baik. Mari wujudkan Ambon yang aman, tertib, dan juara sebagai bagian dari Ambon Par Samua,” ujar Bodewin.
Bodewin memaparkan empat misi besar yang menjadi fondasi pembangunan Kota Ambon dalam lima tahun ke depan:
1.Ambon yang Maju, Aman, dan Sejahtera.
Peningkatan infrastruktur kota, pengurangan kawasan kumuh, serta peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan.
2.Ambon yang Inklusif.
Memastikan akses dan perlakuan yang sama bagi seluruh masyarakat, termasuk kaum disabilitas dan kelompok miskin.
3.Ambon yang Toleran.
Menjaga keharmonisan antarumat beragama dan memperkuat rasa persaudaraan dalam kehidupan sosial masyarakat.
4.Ambon yang Berkelanjutan
Menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup demi masa depan generasi mendatang.
Bodewin menegaskan bahwa visi ini akan diterjemahkan ke dalam 17 program prioritas yang nantinya dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon 2025-2030.
Selanjutnya Bodewin juga merinci berbagai program prioritas yang akan dijalankan, antara lain:
Peningkatan akses air bersih dan pengelolaan sampah yang lebih baik,
Penanganan kemacetan melalui perbaikan jalan, penerangan, serta fasilitas umum lainnya,
Penciptaan lapangan kerja dan kemudahan investasi, termasuk bantuan modal bagi pelaku usaha,
Pembangunan Mal Pelayanan Publik untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus perizinan,
Penguatan sektor pariwisata sebagai bagian dari strategi “Ambon City of Music”,
Penataan birokrasi yang bersih dan profesional, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Kami ingin membangun Ambon yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih nyaman bagi seluruh warganya. Oleh karena itu, seluruh program ini harus diwujudkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami,” tegasnya.
Dalam bagian lain pidatonya, Bodewin memberikan peringatan tegas kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Ia menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional dan loyal kepada pemimpin yang telah dipilih rakyat.
“Kami tidak butuh ASN yang hanya bekerja setengah hati, apalagi yang terlibat dalam pungutan liar atau lebih sering berada di rumah kopi daripada di kantor. Jika masih ada ASN yang seperti itu, sebaiknya segera berbenah atau bersiap menerima konsekuensi,” ujar Bodewin dengan nada tegas.
Bodewin juga menekankan bahwa dalam kepemimpinannya, akan diberlakukan sistem “punishment and reward” untuk memastikan birokrasi yang bersih dan profesional.
Selain program daerah, Pemerintah Kota Ambon juga akan menyelaraskan kebijakan dengan pemerintah pusat dan provinsi.komitmen ini akan di wujudkan dalam sinkronisasi kebijakan yang di lakukan Pemkot,Asta Cita dan 17 program presiden RI Prabowo Subianto serta kebijakan gubernur provinsi Maluku harus dan wajib di laksanakan oleh jajaran Pemkot . Beberapa program prioritas nasional, seperti makan bergizi gratis, renovasi sekolah, dan efisiensi anggaran, akan diterapkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Bodewin juga menginstruksikan jajaran ASN untuk melakukan penghematan anggaran agar dapat menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk pembayaran utang dan hak hak ASN yang tertunda.
“Kebijakan efisiensi anggaran ini akan berdampak positif bagi kita semua. Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Ambon,” tambahnya.
Di akhir pidatonya, Wali Kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun kota. Bodewin menegaskan bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika ada sinergi antara pemerintah, DPRD, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, serta seluruh warga Ambon.
“Kami berdua adalah petarung yang akan berjuang demi kepentingan masyarakat dan kemajuan kota ini. Namun, kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari semua pihak untuk memastikan Ambon menjadi kota yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Dengan semangat Ambon Par Samua, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon siap membawa kota ini ke arah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.(CN-02)
