
AMBON, cahaya-nusantara.com
Suasana penuh kebersamaan dan semangat toleransi menyelimuti halaman SMP Negeri 13 Ambon, Sabtu (7/6/2025), saat sekolah ini untuk pertama kalinya melaksanakan perayaan Hari Raya Idul Adha.
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah, karena merupakan inisiatif para guru dan pegawai, sebagai wujud perhatian terhadap keberagaman agama di lingkungan sekolah. Kepala SMP Negeri 13 Ambon, Yandiana T. Plating, S.Si, saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan rasa syukur dan dukungannya atas pelaksanaan Idul Adha yang pertama kali diadakan di sekolah yang ia pimpin.
“Selama ini kegiatan kerohanian seperti Natal rutin kita laksanakan, tetapi Idul Adha baru tahun ini. Ini murni inisiatif para guru dan saya sangat mendukung. Mari kita lihat ini sebagai bentuk nyata menjaga keberagaman dan toleransi antar umat beragama di sekolah,” ungkap Yandiana.
Pada perayaan ini, satu ekor sapi disembelih dan dagingnya dibagikan kepada 100 siswa yang dinilai membutuhkan perhatian lebih. Total siswa muslim di SMP Negeri 13 Ambon saat ini berjumlah 214 orang, sementara guru dan pegawai muslim berjumlah sekitar 10 orang.

Menariknya, kegiatan ini bukan hanya dikelola oleh guru-guru agama Islam, tetapi justru dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Kristen, Novalean P. Mailopu, yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Qurban.
“Ini adalah kerja sama lintas iman. Guru-guru Kristen dan Muslim bekerja bersama sebagai panitia. Kami semua berperan aktif, termasuk para siswa dan orang tua,” ujar Novalean.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini , seluruh guru dan pegawai sekolah menyumbangkan dana sebesar Rp100.000 per orang. Selain itu, panitia juga menggalang dana melalui penjualan es krim dan sate, yang dijual oleh para siswa dan guru. Dukungan juga datang dari orang tua siswa, terutama kelas 9 yang telah lulus, yang menyumbang secara sukarela sesuai kemampuan masing-masing.
“Harapan saya, ini bukan kegiatan pertama dan terakhir. Kita harus menjadikan ini sebagai rutinitas tahunan. Tapi lebih dari itu, anak-anak belajar makna dari Idul Adha: berbagi kasih dan peduli terhadap sesama,” tegas Kepala Sekolah.
Perayaan ini juga menjadi bagian dari program OSIS SMP Negeri 13 Ambon, yang diharapkan dapat terus dikembangkan untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kepedulian sosial di kalangan siswa.
“Kegiatan ini mengajarkan anak-anak untuk tidak hanya berbagi, tetapi juga hidup berdampingan dalam keberagaman dengan rasa saling menghormati,” tutup Novalean.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh SMP Negeri 13 Ambon ini menjadi contoh nyata bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tetapi bisa diwujudkan dalam aksi nyata dimulai dari lingkungan sekolah.(CN-02)
