
AMBON, cahaya-nusantara.com
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Basarnas Ambon menegaskan bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi perhatian utama seluruh masyarakat Maluku.
Peringatan ini disampaikan seiring masuknya musim barat yang berpotensi memicu cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta tingginya mobilitas mudik antar-pulau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Ambon, Muhamad Arafah, SH., M.Si, mengingatkan bahwa kondisi laut Maluku pada akhir tahun kerap tidak bersahabat.
“Perairan Maluku ini sangat rawan saat musim barat. Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi harus jadi perhatian utama masyarakat dan operator kapal,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/12/2025).
Untuk mendukung keamanan arus mudik Nataru, Basarnas Ambon menyiagakan 133 personel di 9 kabupaten/kota. Sejumlah alat utama (alut) juga dikerahkan, termasuk KM SAR Barata yang ditempatkan di Pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah titik padat arus mudik menuju Pulau Haruku, Nusalaut, Seram, dan Saparua.
“Tulehu setiap tahun menjadi pusat lonjakan penumpang. Kami tempatkan KM SAR Barata di sana sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi kecelakaan laut,” jelas Arafah.
Selain di Tulehu, kesiapsiagaan personel dan armada laut juga diperkuat di Banda Naira, Saumlaki, Tual, Dobo, Pulau Buru, dan Seram Bagian Timur. Menurut Arafah, langkah itu dilakukan agar Basarnas dapat memberikan respon cepat terhadap situasi darurat kapan pun terjadi.
“Kami tidak bekerja sendiri. Pemerintah daerah, TNI, dan Polri juga turun bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat selama Nataru. Ini kerja bersama demi rasa aman di seluruh wilayah Maluku,” ungkapnya.
Arafah turut menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang sering terburu-buru ingin mudik tanpa memperhatikan standar keselamatan. Ia menegaskan agar penumpang lebih disiplin dan peka terhadap informasi cuaca.
“Kalau cuaca belum membaik, jangan memaksakan berangkat. Keselamatan jauh lebih penting dari jadwal mudik. Tunda perjalanan jika kondisi laut tidak memungkinkan,” katanya.
Arafah juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan insiden atau keadaan darurat selama perjalanan laut. Nomor 115, layanan panggilan darurat Basarnas, dapat dihubungi secara gratis.
“Silakan telepon 115 jika ada insiden. Kami akan bergerak cepat bersama seluruh stakeholder. Pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan penuh kepada masyarakat,” tegas Arafah.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung aman, damai, dan penuh sukacita.
“Doakan agar masyarakat Maluku dapat menikmati liburan ini bersama keluarga tanpa gangguan apa pun,” tutupnya.(CN-02)
