AMBON, cahaya-nusantara.com

Kerukunan Keluarga Kawanua Maluku (K3M) menggelar Perayaan Natal Yesus Kristus dengan mengusung tema “Kasih Pengikat yang Kuat” (Efesus 2:14) yang dirangkaikan dengan semangat Pakatuan wo Pakalawiren Cita Waya.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Baileo Slamet Riyadi, Korem, Minggu (14/12/2025).

Ketua Panitia Natal K3M, Michael Timpall, mengatakan perayaan Natal Kawanua tahun ini tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga bagian dari konsolidasi warga Kawanua yang berdomisili di Kota Ambon dan sekitarnya.

Ia menyebutkan, warga Sulawesi Utara yang menetap di Maluku jumlahnya cukup besar, meski sebagian besar tersebar di wilayah Pulau Ambon dan sekitarnya.

“Kalau melihat data, warga Sulawesi Utara yang berdomisili di Maluku cukup banyak. Namun, memang lebih banyak berada di Pulau Ambon, seperti di jazirah Leihitu, Suli, Waai, hingga Hatu. Pada kesempatan ini, kami mencoba melakukan konsolidasi,” ujar Michael kepada media ini.

Ia menjelaskan, dari wilayah Maluku Tengah, partisipasi terbesar datang dari Desa Kaitetu. Sekitar enam mobil yang membawa kurang lebih 60 orang hadir secara khusus mengikuti perayaan Natal K3M tersebut.

“Natal kali ini kami bangun semangat persatuan dan kerukunan. Warga Kawanua, khususnya pengurus, memiliki komitmen untuk membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas di Kota Ambon dan daerah ini secara umum,” jelasnya.

Sebagai wujud nyata semangat toleransi, K3M turut mengundang basudara dari Kaitetu yang beragama Muslim untuk hadir dalam perayaan Natal tersebut. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dan antusias dari seluruh peserta.

“Tadi Bapak-Ibu sudah lihat, basudara kita dari Kaitetu yang Muslim datang cukup banyak dan antusias. Ini bentuk kebersamaan dan persaudaraan yang ingin terus kami jaga,” tambah Michael.

Ia juga mengungkapkan kebanggaan warga Kawanua di Maluku karena hubungan emosional dengan pimpinan daerah.

Menurutnya, baik Gubernur Maluku maupun Wali Kota Ambon memiliki istri yang berasal dari Sulawesi Utara, yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Kawanua.

“Kami merasa bersyukur dan bangga. Ini menjadi penguat ikatan batin kami dengan pemerintah daerah,” katanya.

Ke depan, lanjut Michael, K3M bersama pemerintah berencana memperkuat konsolidasi internal. Warga Kawanua yang belum sempat hadir pada Natal kali ini akan diupayakan terlibat dalam kegiatan-kegiatan berikutnya, termasuk rencana pelaksanaan halal bihalal di wilayah jazirah.

“Dalam waktu dekat, mungkin kita akan lakukan halal bihalal dan kita turun langsung ke jazirah. Waktu dan tempatnya akan kita sesuaikan dengan perkembangan,” ujarnya.

Melalui kerukunan Kawanua, Michael menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mendukung pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial. Selain itu, K3M juga berperan mendoakan agar roda pemerintahan berjalan dengan baik dan program-program pemerintah, baik di tingkat kota maupun provinsi, dapat terlaksana secara optimal.

“Kami siap mendukung jika dibutuhkan. Harapan kami, ke depan ruang publik di daerah ini dipenuhi informasi yang positif, akurat, dan membangun, sehingga Maluku tetap rukun, damai, dan diberkati,” pungkasnya.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *