AMBON, cahaya-nusantara.com

Masyarakat Dusun Mahia, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, mendorong dilakukannya evaluasi terhadap kepemimpinan Kepala Dusun Mahia. Aspirasi tersebut disampaikan secara langsung oleh perwakilan masyarakat dalam rapat bersama Komisi I DPRD Kota Ambon, Selasa (20/1/2026).

Perwakilan masyarakat Mahia, Martinus Onisius Van Harling atau yang akrab disapa Nus Van Harling, mengatakan dorongan evaluasi ini muncul akibat kekecewaan warga terhadap kinerja dan sikap kepemimpinan kepala dusun yang dinilai tidak profesional dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut Van Harling, langkah membawa persoalan tersebut ke DPRD Kota Ambon bukan dilakukan secara tiba-tiba. Masyarakat Mahia, kata dia, telah menempuh berbagai tahapan sesuai mekanisme pemerintahan, mulai dari tingkat negeri, Saniri Negeri, camat, hingga Bagian Pemerintahan Kota Ambon.

“Proses ini sudah kami tempuh sejak Agustus 2024. Tahapannya panjang dan berjenjang, tetapi sampai sekarang tidak ada penyelesaian yang jelas. Kami merasa aspirasi masyarakat tidak mendapat perhatian serius,” ujar Van Harling kepada wartawan usai rapat.

Ia menegaskan, dorongan evaluasi ini bukan didasari oleh kepentingan pribadi atau rasa tidak suka terhadap figur tertentu. Masyarakat, kata dia, hanya menginginkan adanya perubahan dan perbaikan tata kelola pemerintahan di Dusun Mahia agar berjalan lebih baik dan kondusif.

“Ini bukan soal suka atau tidak suka. Prinsip kami adalah menginginkan perubahan, supaya proses pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Van Harling juga mengungkapkan sejumlah hal yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk sikap dan pernyataan kepala dusun yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang pemimpin. Salah satunya adalah pernyataan saat pelantikan yang dianggap arogan dan tidak menciptakan suasana kepemimpinan yang menenangkan warga.

“Pernyataan-pernyataan seperti itu membuat kami bertanya, apakah yang bersangkutan ingin membangun dusun atau justru menciptakan jarak dengan masyarakat,” katanya.

Selain itu, perilaku pribadi kepala dusun sebagai figur publik juga turut disoroti warga. Menurut Van Harling, seorang pemimpin di tingkat dusun seharusnya mampu menjaga sikap dan wibawa, karena menjadi contoh bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi I DPRD Kota Ambon merespons aspirasi masyarakat Mahia secara positif. DPRD, kata Van Harling, meminta agar seluruh aspirasi disampaikan secara resmi sebagai bahan tindak lanjut.

“Komisi I menyampaikan bahwa tahapan berikutnya adalah Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan menghadirkan pihak negeri, Saniri Negeri, camat, hingga Pemerintah Kota Ambon,” jelasnya.

Melalui RDP tersebut, masyarakat berharap adanya kejelasan dan langkah konkret dari pemerintah daerah terkait aspirasi yang telah disampaikan, termasuk evaluasi terhadap kepemimpinan Kepala Dusun Mahia.

“Kami berharap ada rekomendasi atau petunjuk yang jelas, sehingga kondisi di Mahia bisa berubah dan tidak terus berlarut-larut,” pungkas Van Harling.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *