AMBON, cahaya-nusantara.com

Pemerintah Kota Ambon menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus merawat nilai toleransi dan kebersamaan menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi langsung Pemkot Ambon dalam kegiatan bakti sosial pembersihan makam muslim di sejumlah titik di Kota Ambon, Sabtu (31/1/2026).

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon hadir langsung bersama pimpinan OPD terkait, camat, lurah, RT/RW, serta aparat keamanan dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan Mangga Dua, Airmata Cina, Ponegoro, Jalan Baru, hingga Makam Syuhada Waihaong. Kehadiran pemerintah daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap inisiatif masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga melalui aksi langsung yang menyentuh kebutuhan sosial dan lingkungan.

“Kami bersyukur kegiatan pembersihan makam muslim ini kembali dilakukan menjelang Ramadhan. Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pekuburan umat muslim sekaligus bagian dari upaya menjaga kebersihan Kota Ambon. Pemerintah Kota mendukung penuh, termasuk dengan menyiapkan armada pengangkut sampah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan,” ujar Toisutta.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan warga lintas latar belakang, termasuk masyarakat non-muslim yang turut bergabung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini mencerminkan kuatnya semangat toleransi dan persaudaraan yang terus dijaga di Kota Ambon.

“Semangat Beta Par Ambon, Ambon Par Samua benar benar hidup dalam kegiatan ini. Kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial adalah tanggung jawab kita bersama, tanpa memandang perbedaan,” tegasnya.

Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan atas kolaborasi antara Komunitas Solidaritas Muslim, Yayasan Al Hilal, dan Yayasan Alfatah, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Ambon. Masyarakat dari berbagai wilayah seperti Waringin, Talake, Waihaong, Silale, Soabali, Permintaan, Jalan Baru, Amaci, Ponegoro, hingga Mangga Dua turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan Alfatah Ambon, Adi Basalamah, menjelaskan bahwa kawasan makam yang dibersihkan merupakan tanah wakaf keluarga Baadilah yang berada di bawah pengawasan Yayasan Al Hilal. Pasca konflik, pengelolaan area tersebut dinilai perlu diperkuat melalui keterlibatan bersama antara masyarakat dan pemerintah.

“Lahan makam ini cukup luas, sekitar dua hektare. Karena belum tertata secara optimal, kami mengajak masyarakat dan semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawatnya. Ke depan, pengelolaan akan dibagi berdasarkan wilayah kampung agar lebih tertib dan berkelanjutan,” jelas Basalamah.

Pada pelaksanaan kali ini, pembersihan difokuskan pada sejumlah titik prioritas agar hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Seluruh sampah dan rumput hasil pembersihan akan diangkut oleh armada Pemkot Ambon.

Pemerintah Kota Ambon berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sebagai gerakan bersama dalam memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. (CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *