
AMBON, cahaya-nusantara.com
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan bahwa iman Kristen harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berdampak bagi kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat, saat menghadiri Sidang Jemaat ke-28 Jemaat GPM Pancaran Kasih Tahun 2026 di Ambon, kemarin.
Dalam sambutannya, Ely menyampaikan bahwa gereja memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun Kota Ambon yang religius, rukun, dan sejahtera. Menurutnya, Gereja Protestan Maluku (GPM) lahir dan bertumbuh bersama masyarakat Maluku, sehingga memiliki tanggung jawab moral dalam merespons berbagai tantangan sosial yang ada.
Ia menekankan bahwa dinamika pelayanan gereja yang semakin kompleks menuntut tata kelola yang transparan, akuntabel, serta kebersamaan seluruh komponen jemaat. Pembentukan Panitia Sidang Jemaat ke-28 dinilai sebagai langkah penting untuk membantu Majelis Jemaat menghasilkan keputusan yang berkualitas dan berdampak bagi pelayanan gereja.
Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Ely Toisutta menyampaikan apresiasi kepada Jemaat GPM Pancaran Kasih atas kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan spiritual, sosial, dan kemasyarakatan di Kota Ambon.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga mengajak warga jemaat mendukung 17 Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon, khususnya program pengelolaan persampahan dan penataan lingkungan.
“Kebersihan adalah bagian dari iman dan tanggung jawab bersama. Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan gereja,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Ely berharap Sidang Jemaat ke-28 GPM Pancaran Kasih Tahun 2026 dapat berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi pelayanan gereja serta kesejahteraan umat di Kota Ambon.(CNmy)
