AMBON, cahaya-nusantara.com

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon secara resmi menutup Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap kapal KM Indo Perkasa 03 yang tenggelam di Perairan Laut Aru.

Penutupan dilakukan setelah upaya pencarian intensif selama tujuh hari belum membuahkan temuan korban tambahan.

Keputusan penghentian operasi ini disampaikan pada Selasa (10/2/2026), bertepatan dengan berakhirnya pelaksanaan Operasi SAR hari ketujuh yang kembali melibatkan Tim SAR Gabungan dari berbagai unsur.

Pada hari terakhir operasi, Basarnas Ambon tetap mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area pencarian yang telah ditetapkan. Sekitar pukul 08.15 WIT, dua unsur laut, yakni Rigid Inflatable Boat (RIB) USS Dobo dan speedboat BPBD Dobo, bergerak menuju lokasi pencarian di Perairan Laut Aru.

SRU 1 melakukan penyisiran pada koordinat 5°50’46.00” LS – 134°08’59.00” BT hingga 5°32’45.00” LS – 134°08’59.00” BT. Sementara itu, SRU 2 menyisir area lanjutan dari 5°32’45.00” LS – 134°08’59.00” BT hingga 5°18’23.00” LS – 134°08’59.00” BT.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, Muhamad Arafah, S.H., M.Si, menjelaskan bahwa dalam dua hari terakhir pelaksanaan operasi, tim SAR di lapangan menghadapi tantangan cuaca yang cukup berat. Kondisi hujan disertai gelombang tinggi menjadi hambatan utama dalam proses pencarian.

“Pada Operasi SAR hari ketujuh ini, kedua SRU kembali dikerahkan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan. Cuaca buruk tidak menyurutkan semangat seluruh unsur SAR Gabungan untuk terus melakukan pencarian hingga sore hari,” ungkap Arafah.

Lebih lanjut dijelaskan, upaya pencarian dilakukan hingga radius sekitar ±35 nautical mile ke arah utara dan barat dari lokasi kejadian. Namun, hingga operasi hari terakhir berakhir, tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan empat korban yang masih dinyatakan hilang.

Di tengah proses pencarian tersebut, Arafah juga menyampaikan perkembangan penting terkait identifikasi korban. Berdasarkan informasi dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Maluku, satu korban yang sebelumnya dimakamkan di Desa Jerwatu, Kecamatan Aru Utara, berhasil diidentifikasi atas nama Imam.
Dengan hasil tersebut, total korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi dalam peristiwa tenggelamnya KM Indo Perkasa 03 berjumlah empat orang.

“Dengan hasil pencarian hingga hari ketujuh yang belum membuahkan temuan korban tambahan, serta setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi bersama perwakilan keluarga korban dan seluruh potensi SAR, maka Operasi SAR secara resmi dihentikan dan ditutup,” tegas Arafah.

Seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut selanjutnya dikembalikan ke satuan masing-masing. Basarnas Ambon turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta sinergi seluruh pihak selama proses pencarian berlangsung.

Diketahui sebelumnya, KM Indo Perkasa 03 yang merupakan kapal penangkap cumi dengan 16 orang anak buah kapal (ABK) dilaporkan tenggelam pada 2 Februari 2026 sekitar pukul 07.00 WIT. Insiden tersebut terjadi di Perairan Pulau Wasir (Toba) Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, akibat kapal dihantam gelombang tinggi.

Laporan kejadian baru diterima Unit Siaga SAR Dobo pada 4 Februari 2026 sekitar pukul 11.30 WIT, sehingga Operasi SAR segera digelar dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Hingga Operasi SAR berakhir, tercatat delapan orang selamat, empat orang meninggal dunia, dan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban selamat masing-masing atas nama Zainudin, Muhammad Bilal, Afrizal, Ahmad Fauzi, Febry Alziran Firmansyah, Muhamad Nur Isnaeni, Muhammad Ridwan, dan Wandi Salusi.

Sementara korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi yakni Fransiskus, Liadi, Muhamad Panji, dan Imam. Adapun korban yang masih dinyatakan hilang adalah Nari, Andriyanus, Aditya Saputra, dan Agung Muhammad.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Dobo, Kantor SAR Ambon, Polair Polres Kepulauan Aru, Brimob Kompi C Kepulauan Aru, Lanal Aru, Kodam XV Pattimura, BPBD Dobo, RSUD Cendrawasih Dobo, Tim DVI Polda Maluku, Kementerian Kelautan dan Perikanan kawasan konservasi Kepulauan Aru, serta dukungan masyarakat setempat.

Sejumlah alut dan peralatan SAR turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KM Sumber Rezeki Baru, KM Sumber Alam, RIB USS Kepulauan Aru, speedboat BPBD Dobo, serta longboat milik masyarakat.

Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi pencarian pada hari terakhir operasi dilaporkan hujan sedang, angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan sekitar 26 knot, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. (CN02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *