
AMBON, cahaya-nusantara.com
Kota Ambon kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kegiatan nasional dengan sukses menyelenggarakan Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Syah Awaludin Uar, MH, menyampaikan bahwa forum ini merupakan agenda rutin tahunan yang mempertemukan para dekan dari seluruh Indonesia.
Tahun ini, Fakultas Syariah UIN A.M. Sangaji Ambon dipercaya menjadi tuan rumah, sekaligus menjadi momentum bersejarah pasca peralihan status dari IAIN menjadi UIN.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, karena pertama kalinya sejak beralih status menjadi universitas, kita dipercaya menjadi tuan rumah,” ujarnya
usai penutupan kegiatan.
Sebanyak 67 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua, hadir dalam forum tersebut. Tingginya antusiasme peserta dinilai menjadi catatan tersendiri, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran dan mahalnya biaya transportasi.
“Antusiasme peserta luar biasa. Bahkan masih ada yang datang menyusul karena penasaran ingin melihat Ambon secara langsung,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Minggu malam melalui gala dinner bersama Wali Kota Ambon, yang dilanjutkan dengan berbagai agenda penting pada hari berikutnya. Meski secara resmi telah ditutup, forum ini masih menyisakan sejumlah pembahasan strategis yang akan ditindaklanjuti.
Beberapa isu utama yang dibahas antara lain penyesuaian nomenklatur program studi di bidang hukum dan syariah, serta pengembangan kurikulum berbasis nilai. Salah satu yang menjadi sorotan adalah upaya integrasi “kurikulum cinta” yang mencakup nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan lingkungan ke dalam sistem pembelajaran hukum.
“Ini menjadi tantangan bagi kami, bagaimana nilai-nilai tersebut bisa diintegrasikan dengan pendekatan hukum yang selama ini lebih berbasis fakta,” jelasnya.
Selain itu, forum juga mengangkat tema penting terkait peran perempuan dalam dunia hukum. Dalam seminar nasional, disampaikan pula perhatian terhadap isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang diharapkan dapat direspons oleh dunia kampus melalui program akademik maupun kegiatan pengabdian masyarakat.
Ke depan, forum dekan direncanakan akan digelar dua kali dalam setahun, dengan penentuan tuan rumah berikutnya masih dalam tahap pembahasan. Sejumlah daerah sempat mengajukan diri, namun terkendala kesiapan anggaran.
Dalam pelaksanaannya, panitia mengklaim forum tahun ini menjadi salah satu yang paling berkesan dibandingkan sebelumnya. Mulai dari penyambutan peserta di bandara hingga pelayanan selama kegiatan berlangsung, seluruhnya dirancang untuk menunjukkan nilai keramahan masyarakat Timur.
“Kami ingin menunjukkan bahwa orang Ambon sangat menghargai tamu. Ini bagian dari budaya yang kami banggakan,” katanya.
Keberhasilan kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Ambon. Wali Kota turut hadir dalam sejumlah agenda, termasuk jamuan makan malam dan penutupan kegiatan.
“Atas nama panitia, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan Pemerintah Kota Ambon, khususnya Wali Kota, yang telah memberikan dukungan luar biasa sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik,” tutupnya.
Forum ini dijadwalkan berakhir pada Rabu, dengan seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing setelah membawa berbagai rekomendasi penting bagi pengembangan pendidikan hukum dan syariah di Indonesia.(CNmy)
