
AMBON,cahaya-nusantara.com
Pelaksanaan ujian sekolah tahun ajaran 2025/2026 di SMA Negeri 4 Ambon berjalan tertib dan lancar hingga memasuki hari kelima, Jumat (17/4/2026). Sebanyak 326 siswa kelas XII mengikuti ujian berbasis Android yang telah diterapkan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala sekolah, Mezack Tentua,S.Th.,M.Pd.K saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa ujian sekolah tahun ini berlangsung serentak di seluruh Maluku sejak 13 April 2026. Memasuki hari kelima, siswa mengikuti mata pelajaran Fisika dan Bahasa Jerman dengan kondisi yang tetap kondusif.
“Puji Tuhan sampai hari kelima semua berjalan aman dan lancar. Anak-anak dalam keadaan sehat dan mengikuti ujian dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem ujian berbasis Android dipilih karena dinilai efektif, aman, dan minim kendala teknis. Seluruh peserta menggunakan perangkat masing-masing, dengan dukungan penuh dari orang tua, terutama dalam penyediaan kuota internet.
“Rata-rata
siswa sudah memiliki handphone Android, sehingga pelaksanaan ujian bisa lebih efisien. Kami hanya perlu memastikan dukungan orang tua, terutama terkait pulsa dan kesiapan perangkat,” katanya.
Untuk mengantisipasi kendala teknis seperti gangguan jaringan atau perangkat tidak siap, pihak sekolah telah menyiapkan berbagai langkah, termasuk fasilitas colokan listrik di setiap ruang ujian serta penguatan jaringan internet.
Pelaksanaan ujian di sekolah ini juga terbilang lebih efisien dibanding beberapa sekolah lain. Dengan total 17 ruang ujian, seluruh peserta dapat mengikuti ujian dalam satu sesi setiap hari tanpa perlu pembagian sesi hingga sore hari.
Selain itu, sistem pengawasan dilakukan secara silang selama dua tahun terakhir. Artinya, pengawas dalam ruang ujian berasal dari sekolah lain guna menjaga objektivitas. Di dalam setiap ruang hanya terdapat satu pengawas, sementara panitia internal bertugas sebagai penghubung dan administrator teknis.
“Lima menit sebelum ujian dimulai, link soal sudah dibagikan. Tepat waktu, siswa langsung bisa mengakses dan mengerjakan soal,” jelas Tentua.
Meski berbasis digital, penentuan kelulusan siswa tidak hanya bergantung pada hasil ujian tulis. Nilai akhir akan diakumulasi dari nilai rapor semester satu hingga akhir, serta nilai ujian praktik yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya, ujian juga mendapat pemantauan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan.
Namun, pemantau tidak melakukan intervensi langsung di dalam ruang ujian, melainkan hanya memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.
Ujian sekolah di SMA Negeri 4 Ambon dijadwalkan berlangsung selama enam hari dan akan berakhir pada Sabtu (18/4/2026). Selama periode tersebut, siswa kelas X dan XI diliburkan, sementara sebagian guru ditugaskan sebagai pengawas di sekolah lain.
Menjelang hari terakhir ujian, pihak sekolah berharap seluruh proses tetap berjalan jujur, adil, dan akuntabel. Tentua menegaskan bahwa kualitas hasil ujian akan sangat menentukan masa depan siswa, baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah siswa telah lebih dulu diterima di perguruan tinggi, di antaranya di Universitas Pattimura dan Universitas Gadjah Mada melalui jalur seleksi sebelumnya.
“Harapan kami, hasil ujian ini benar-benar mencerminkan kemampuan siswa. Nilai yang diperoleh harus berkualitas karena akan menjadi bekal mereka ke depan,” tutupnya.(CNmy)
