AMBON, cahaya-nusantara.com

Cuaca buruk yang melanda perairan Maluku kembali memicu insiden pelayaran. Sebuah kapal pinisi, KLM Cajoma V, dilaporkan karam setelah dihantam gelombang tinggi di Perairan Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 21.55 WIT.

Kapal yang berlayar dari Sorong menuju Kalabahi, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengangkut 13 orang penumpang. Dalam perjalanan, kapal mengalami kebocoran akibat cuaca ekstrem hingga akhirnya tenggelam.

Sinyal darurat dari kapal naas tersebut berhasil dipancarkan melalui perangkat Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) dan diterima oleh Basarnas Command Centre (BCC).

Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon untuk segera melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Merespons laporan tersebut, pada Selasa (5/5/2026) pukul 00.05 WIT, Tim Rescue Basarnas Ambon langsung diberangkatkan menggunakan KN SAR Bharata menuju lokasi kejadian. Titik koordinat kapal berada di 6°36’4.38″ S – 129°36’18.24″ E atau sekitar 200 nautical mile arah tenggara dari Dermaga BRIN Ambon.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa sejak awal pihaknya terus berkoordinasi dengan pemilik kapal. Berdasarkan informasi yang diterima, seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam.

“Para penumpang sempat menggunakan sekoci dan berhasil menepi ke Pulau Nila untuk berlindung,” ujar Arafah.

Upaya penyelamatan membuahkan hasil. Pada pukul 16.27 WIT, KN SAR Bharata tiba di lokasi dan berhasil mengevakuasi seluruh korban dalam kondisi selamat.

Selanjutnya, para korban diberangkatkan menuju Ambon pada pukul 17.35 WIT untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah menempuh perjalanan laut, tim SAR bersama para korban akhirnya tiba di Dermaga BRIN Ambon pada Rabu (6/5/2026) pukul 07.00 WIT.Seluruh korban kemudian diserahkan kepada pihak pemilik kapal guna mendapatkan perawatan lanjutan.

Adapun data korban terdiri dari 13 orang, termasuk kapten kapal, kru, serta penumpang. Seluruhnya dilaporkan selamat tanpa korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dengan berhasilnya evakuasi seluruh korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing, disertai ucapan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi dalam misi kemanusiaan tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah perairan Maluku.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *