AMBON, cahaya-nusantara.com

Ruang Galeri Lia Lia Taman Budaya Provinsi Maluku, Selasa (11/8/2026), dipenuhi warna, kreativitas, dan semangat anak muda. Sebanyak 12 sekolah turut ambil bagian dalam Pameran Seni Rupa dan Kriya Tingkat SMA/SMK/SLB Tahun 2026 yang mengusung tema “Harmoni Talenta Beta”.

Pameran yang berlangsung selama lima hari, 11–15 Agustus 2026, ini dibuka langsung oleh Plh. Kepala Taman Budaya Provinsi Maluku, Fentje Mandaku, S.Pd., M.Pd.

Bukan sekadar ajang memajang karya, pameran tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjadi bagian dari proses pembibitan dan penjaringan talenta muda (talent scouting) di bidang seni rupa dan kriya di Maluku.

Karya-karya yang dipamerkan lahir dari proses panjang. Para peserta sebelumnya mengikuti pelatihan dan workshop intensif, kemudian menjalani proses kurasi hingga menghasilkan karya yang kini dapat dinikmati masyarakat.

Dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Fentje mengapresiasi langkah Taman Budaya Provinsi Maluku yang secara konsisten memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkembang melalui seni dan budaya.

“Pameran hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah wujud nyata dari proses pembibitan talenta atau talent scouting bidang seni rupa dan kriya yang dilaksanakan oleh Taman Budaya Provinsi Maluku,” ujar Fentje.

Menurutnya, karya para pelajar memperlihatkan bahwa kreativitas generasi muda Maluku terus tumbuh. Kekayaan budaya daerah, akar tradisi lokal, corak bahari, hingga filosofi leluhur Maluku diterjemahkan kembali dalam karya-karya yang lebih segar dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Pembinaan ini membuktikan bahwa potensi seni di Bumi Maluku tidak pernah surut. Potensi itu akan terus bersemi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” katanya.

Fentje menegaskan, pengembangan talenta muda di bidang seni dan budaya merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan di Maluku.

Hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menempatkan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan.

Selain itu, ia menyebut Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional sebagai momentum untuk semakin memperkuat pembinaan generasi muda berprestasi, termasuk di bidang seni dan budaya.

“Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun pemerintah daerah sangat serius dalam pengembangan minat dan bakat anak-anak,” ujarnya.

Karena itu, berbagai program pengembangan prestasi peserta didik terus dilakukan setiap tahun, baik pada bidang akademik maupun nonakademik. Seni dan budaya menjadi salah satu bidang yang dinilai penting dalam membentuk kreativitas sekaligus karakter generasi muda.

Fentje pun mengingatkan para kepala sekolah agar memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, dan kepercayaan diri.

“Mohon perhatian Bapak dan Ibu Kepala Sekolah agar pengembangan ekstrakurikuler, baik akademik maupun nonakademik, dapat terus dikembangkan dengan sebaik-baiknya di sekolah masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen menempatkan pembangunan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan manusia.

Maluku memiliki kekayaan tradisi, alam, sejarah, dan budaya yang tidak pernah habis menjadi sumber inspirasi. Kekayaan tersebut, kata Fentje, perlu terus ditransformasikan menjadi karya kreatif yang memiliki nilai estetis sekaligus ekonomis.

Namun, proses tersebut tetap harus menjaga identitas dan akar budaya Maluku.

“Kekayaan budaya kita harus mampu diterjemahkan menjadi karya kontemporer yang memiliki nilai estetis dan ekonomis serta mampu bersaing, tanpa kehilangan akar identitas budaya Maluku,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berkomitmen memperluas ruang ekspresi dan apresiasi bagi para seniman, terutama perupa muda Maluku. Pada saat yang sama, eksistensi dan kapasitas Taman Budaya akan terus diperkuat sebagai ruang yang nyaman, terbuka, dan produktif bagi pertumbuhan ekosistem kesenian di daerah.

Tak hanya berhenti pada pameran, pemerintah juga mendorong hilirisasi karya seni, khususnya seni rupa dan kriya, sehingga karya para seniman muda tidak hanya bernilai estetis dan kultural, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi dan membuka peluang bagi pengembangan industri kreatif daerah.

“Jangan Pernah Berhenti Berkarya”

Di hadapan para peserta, Fentje berpesan agar pameran tersebut tidak menjadi titik akhir, melainkan langkah awal bagi para pelajar untuk terus mengembangkan potensi dan menemukan karakter berkesenian mereka.

Ia meminta para peserta tidak takut menerima kritik maupun penilaian dari masyarakat.

“Jangan pernah berhenti berkarya. Jadikan kritik sebagai vitamin dan apresiasi masyarakat sebagai bahan bakar untuk terus menggali kekayaan estetika Maluku dengan cara pandang yang kreatif dan inovatif,” pesannya.

Pameran “Harmoni Talenta Beta” diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga menjadi titik temu antara kreativitas generasi muda, kekayaan budaya Maluku, dan peluang pengembangan ekonomi kreatif di masa depan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, pejabat eselon III dan IV lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, para kepala sekolah dari 12 sekolah peserta, orang tua siswa, peserta pameran, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Menutup sambutannya, Fentje menyampaikan sebuah pantun:

“Kuas menari di atas kanvas,Goresan indah memikat hati.Pameran dibuka dengan antusias,Semoga terkesan dan menginspirasi.”(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *