AMBON, cahaya-nusantara.com

Memasuki usia satu abad, Jemaat GPM Galala-Hative Kecil (Gatik) tidak hanya merayakan perjalanan panjang iman, tetapi juga menitipkan tanggung jawab masa depan kepada generasi muda. Ketua Panitia Perayaan Satu Abad GPM Gatik Tahun 2026, Johan Van Capelle, mendorong generasi muda untuk melanjutkan estafet pembangunan dengan menjaga persaudaraan dan kerukunan.

Pesan itu disampaikan Johan kepada awak media usai ibadah perayaan satu abad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil yang berlangsung di Gedung Gereja GPM Galala-Hative Kecil, Kamis (3/9/2026).

Johan mengatakan, perayaan satu abad menjadi momentum penting bagi jemaat untuk mensyukuri penyertaan Tuhan yang telah berlangsung selama 100 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, jemaat telah melewati berbagai tantangan dan peristiwa besar, namun tetap mampu berdiri dan bertumbuh hingga saat ini.

Menurut dia, perjalanan panjang tersebut tidak terlepas dari berbagai ujian yang pernah dihadapi jemaat dan masyarakat, mulai dari banjir besar Galala pada 1950 yang disebut sebagai tsunami kecil, konflik sosial 1999, gempa bumi, hingga berbagai bencana banjir lainnya.

“Sepanjang seratus tahun ke belakang Tuhan sudah menyertai berbagai hal yang sudah kita lalui. Jemaat ini boleh berdiri kokoh,” kata Johan.

Karena itu, perayaan satu abad tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sekaligus refleksi terhadap perjalanan jemaat selama satu abad.

Untuk menandai momentum bersejarah tersebut, panitia menghadirkan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) untuk memimpin ibadah. Johan menyebut kehadiran Ketua PGI menjadi bagian dari upaya panitia memberikan sesuatu yang terbaik dalam perayaan yang dinilai sangat istimewa tersebut.

“Seratus tahun itu bukan hal yang kecil. Itu hal yang luar biasa. Makanya kita juga buat hal yang luar biasa untuk Tuhan dengan menghadirkan Ketua PGI untuk memimpin kita dalam ibadah ini,” ujarnya.

Selain ibadah, momentum satu abad juga memperkuat hubungan persaudaraan dengan negeri-negeri pela dan gandong. Johan menjelaskan, panitia mengundang basudara pela dari Tulama dan Halong sebagai bagian dari kebersamaan dan ikatan persaudaraan yang selama ini terjalin dengan Galala-Hative Kecil.

Terkait usulan pelaksanaan Panas Pela dalam rangkaian perayaan satu abad, Johan mengatakan kegiatan tersebut merupakan ranah pemerintah negeri. Meski demikian, hubungan pela dan gandong tetap menjadi bagian penting dalam momentum perayaan tersebut.

“Karena bagian dari kebersamaan itu maka pada kesempatan ini kita mengundang dua basudara pela Galala dari Tulama dan juga Halong,” katanya.

Semarak perayaan satu abad juga terasa dari kehadiran warga Gatik yang datang dari berbagai daerah hingga mancanegara. Johan menyebut warga Galala-Hative Kecil yang berdomisili di Belanda, Irlandia, Sorong, Jakarta, Sulawesi, Papua, Surabaya, serta berbagai kota lainnya turut hadir untuk merayakan sekaligus mensyukuri perjalanan satu abad jemaat.

Bagi Johan, momentum seratus tahun merupakan peristiwa yang tidak datang setiap saat. Karena itu, seluruh rangkaian perayaan diupayakan menjadi persembahan terbaik sebagai bentuk syukur atas penyertaan Tuhan.

“Ini kan seratus tahun, jadi mungkin seratus tahun kemudian lagi akan dilaksanakan. Itu mungkin kita sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu, kita berikan yang terbaik untuk kasih Tuhan dan penyertaan Tuhan bagi kita,” tuturnya.

Di tengah momentum bersejarah tersebut, Johan secara khusus menitipkan pesan kepada generasi muda Gatik. Ia mengajak kaum muda untuk menjaga persaudaraan, memperkuat kerukunan, dan mengambil peran dalam pembangunan di masa depan.

Ia menilai generasi muda merupakan tongkat estafet yang akan menentukan keberlanjutan pembangunan, bukan hanya bagi jemaat dan negeri, tetapi juga bagi Kota Ambon, Maluku, hingga Indonesia.

“Saya mengajak anak-anak muda Galala-Hative Kecil untuk seratus tahun ke depan mari kita berikan yang terbaik. Kita menjaga persaudaraan yang rukun, karena dengan persaudaraan yang rukun maka Tuhan akan melimpahkan berkat di tengah-tengah negeri dan jemaat ini,” ujar Johan.

Ia berharap generasi muda Gatik mampu meneruskan semangat kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Generasi muda Gatik diharapkan memberikan yang terbaik bagi negeri, jemaat, kota, Maluku dan Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *