ProMaluku, cahaya-nusantara.com

Kepala  SMA Xaverius Ambon, RD. Pius Titirloloby mengatakan untuk menghindari perasaan bosan dari siswa karena terus-menerus berhadapan dengan HP Android atau komputer selama berlangsungnya pelajaran daring atau pun Luring disamping juga menghemat pemakaian pulsa  bagi siswa maka pihak sekolah mengambil kebijakan untuk tatap muka langsung secara virtual maka pelajarannya  digabung per jenjang, misalnya kelas X IPA yang terdiri dari beberapa rombel itu digabung satu kali, demikian juga kelas IPS  dan nanti sesudah tatap muka gabungan barulah dilakukan pendampingan per rombel sesuai kondisi berapa rombel untuk setiap kelasnya.

Demikian antara lain penjelasan pastor Kepala SMAVER  kepada wartawan di  Ambon, Senin, 21/09/2020.

Dikatakan, selanjutnya melalui cara tersebut maka para guru mata pelajaran akan mengatur waktu sedemikian rupa sehingga pada saat pendampingan virtualnya diatur berapa menit kemudian waktu sisanya akan dilanjutkan dalam bentuk pendampingan di rombel masing-masing.

Selanjutnya terkait penilaian terhadap siswa apakah dalam bentuk penilaian harian atau pun penilaian tengah semester bahkan sampai dengan penilaian akhir semester menurut Pastor Kepala Sekolah, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada  para guru masing-masing dan tidak terikat seperti situasi sebelum Covid-19. “Hal itu diserahkan sepenuhnya kepada guru masing-masing. Jadi sekarang kan disebut penilaian harian, penilaian tengah semester itu sistim di kurikulum 13 dimana penilaian harian itu berdasarkan KD dimana KD selesai maka dilakukan ulangan dan diberikan penilaian”ujar pastor Kepsek sembari menambahkan penilaian dari guru bisa berbentuk tertulis ataupun bisa dalam bentuk penugasan kepada siswa. “Jadi tidak wajib lagi kasih soal lalu siswa jawab, tapi itu bisa juga dalam bentuk memberikan tugas. hal ini berbeda dengan sebelumnya dimana harus ulangan dimana guru memberikan soal  lalu siswa mengerjakannya”tandaPastor Titirloloby sambil menambahkan jenis penilaian itu termasuk di dalam ulangan harian akan tetapi tidak berbeda jauh dengan ulangan harian dimana tergantung juga pada guru jadi tidak menggunakan jadwal tetapi jika pemberian materinya sudah beberapa KD maka guru bisa langsung memberikan penilaian kepada siswanya.

Pastor Kepsek menambahkan soal penilaian harian maupun tengah semester mekanismenya diserahkan kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Selanjutnya, kepada wartawan pastor Kepala Sekolah menjelaskan kalau dalam proses KBM pihaknya selama ini telah menggunakan aplikasi  Google for Education dalam bentuk classroom untuk pelajarannya.

Kemudian menurut pastor Kepsek, dua minggu lalu dari dinas pendidikan provinsi Maluku telah melakukan pelatihan untuk penggunaan aplikasi micro sof 365 untuk semua guru SMA/SMK dimana dalam pelaksanaannya panitia meminta pihak sekolah mengutus seorang guru yang dilatih menjadi tenaga trainer dimana sekolahnya juga mengikut sertakan seorang guru yang lolos sebagai trainer untuk melatih teman-teman guru yang lainnya.

Dan menariknya, para guru di sekolahnya yang mengikuti pelatihan itu seluruhnya lolos dengan nilai di atas 90 sementara nilai terendah yang ditetapkan oleh dinas pendidikan adalah 70.(CN-01)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *