Ambon, cahaya-nusantara.com


Bertempat di kantor Pusat PLN Maluku- Maluku Utara di Ambon, Jumat, 4/10 Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Maluku- Maluku Utara Ramli Malawat memberikan penjelasan seputar kondisi  pemulihan  kelistrikan  paskah  bencana Gempa Bumi yang terjadi 26 September 2019.

Dikatakan, hingga saat ini kondisi sistim PLN telah mencapai 100 persen terkait masalah operasi sistem.


Selanjutnya, menurut Malawat daya mampu PLN  di kota Ambon berkisar 68, 3 MW dengan beban puncak adalah 47,7 MW  atau terjadi penurunan akibat dari masalah bencana gempa sehingga untuk KWH produksi terhadap KW jual menurun.


Selanjutnya menurut Malawat dari data yang dihimpun melalui posko penanggulangan bencana provinsi diperoleh data jika di p. Haruku banyak sekali rumah warga yang roboh sehingga secara komulatif terdapat 252 rumah warga yang rusak berat sehingga ikut menyumbang penurunan KWH jual.


Selanjutnya menurut Malawat sistim yang telah dibenahi yakni sistim 20 KP kemudian travo distribusi sudah terpasang kembali dimana ada beberapa tempat seperti Kairatu dan di Haruku mengalami roboh tiang dan terputus kabelnya akan tetapi secara cekatan dan cepat telah diperbaiki oleh tim PLN di lapangan.
Terkait dengan itu menurut Malawat jumlah personil yang diBKO di lapangan sebanyak 118 personil dimana mereka tersebar di sejumlah posko yang paling utama adalah di Darusalam di Tulehu.
Disebutkan, saat terjadi Gempa pada tanggal 26 September itu PLN merespon secara cepat dan langsung bekerjasama dengan posko provinsi dimana tenda2 yang ditempatkan.oleh Badan Penanggulangan Bencana itu secara spontan dinyalakan daerah-daerah atau ruang-ruang yang membutuhkan penerangan.(CN-07)

By Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *